Yue Guan, dikenal sebagai pria yang telah membentuk sejarah Tiongkok selama lima ribu tahun. Dari Kaisar Pertama yang menyatukan delapan penjuru dunia, Kaisar Wu dari Han yang memperluas wilayah, Kaisar Taizong dari Tang yang tiada tanding dalam strategi militer, hingga Kaisar Chengzu dari Ming yang membalikkan keadaan di ujung tanduk, bahkan Raja Zhou dari Dinasti Shang di zaman mitos—semua telah ia perankan. Dalam rentang lima ribu tahun sejarah Tiongkok, tak ada satu pun kaisar yang tidak bisa diperankan oleh Yue Guan; ia telah menciptakan begitu banyak citra kaisar yang klasik di layar, hingga banyak orang tak ragu memanggilnya Yang Mulia. Namun, Yue Guan selalu merendah, “Hamba hanyalah seorang aktor.”
Tahun 2010.
Negeri Naga, Kota Naga.
Keluar dari gedung milik Perusahaan Hiburan Cepat, Yue Guan menghela napas panjang.
Tiga tahun lamanya, akhirnya ia bebas.
Selama tiga tahun ia dilarang tampil, seorang mantan bintang muda di dunia musik kini hampir benar-benar lenyap dari pandangan publik.
Menyesal? Tidak sama sekali.
Bahkan jika ia diberi kesempatan untuk mengulang segalanya, Yue Guan tetap akan mengambil keputusan yang sama.
Namun ia memang merasa tidak rela.
Tiga tahun masa keemasan terbuang sia-sia begitu saja.
Dulu, ia memulai karier sebagai penyanyi ajang pencarian bakat, memenangkan kompetisi Penyanyi Pria Cepat, didukung oleh banyak senior di dunia musik, dan sempat bersinar begitu terang.
Yue Guan pun yakin ia akan memanfaatkan momentum itu dan melangkah menuju puncak kehidupannya.
Itu adalah satu-satunya cara untuk membenarkan lagu-lagu yang ia salin.
Namun ia tak menyangka, justru karena terlalu menonjol, ia menarik perhatian sang pemilik perusahaan.
Yue Guan berbalik, menatap gedung Perusahaan Hiburan Cepat untuk terakhir kalinya.
Tempat di mana mimpinya bermula, sekaligus tempat sayapnya patah.
"Menyesal?"
Sebuah suara merdu tiba-tiba menyapa telinga Yue Guan.
Di saat yang sama, seseorang muncul di hadapannya.
Seseorang yang takkan pernah ia lupakan.
Senyumannya semekar bunga, pinggang ramping, lekuk tubuh menggoda, mengenakan setelan hitam yang semakin menonjolkan keanggunan tubuhnya. Meski sudah memasuki usia empat puluh, wajahnya