Chen Zhao terbang ke zaman kuno di era Zhetian, era di mana berbagai suku kuno bangkit dan manusia berada dalam posisi lemah. Dengan tubuh kekacauan yang melawan takdir, ia menegakkan jalan sendiri, bangkit dengan kuat di zaman ini, dan mengguncang dunia kuno. Kini, ia berada di Zhetian, baru saja melewati tribulasi, ketika sang Penguasa Langit Bebas muncul kembali, berniat untuk merebut tubuhnya dan mengambil alih hidupnya. Situasinya sangat genting!
Setelah tekanan agung dari Jalan Kaisar Matahari sirna, jagat raya kembali bergelora. Garis keturunan kuno dan suku purba kembali bangkit, sekali lagi menguasai delapan penjuru semesta. Para jenius dan makhluk luar biasa yang selama ini tersegel dalam sumber ilahi mulai muncul ke dunia, berusaha merebut kesempatan menjadi makhluk tercerahkan di zaman ini.
Di tepian semesta, seorang pemuda berpakaian hitam dengan sorot mata dingin duduk bersila, matanya terpejam, tenggelam dalam pemahaman mendalam tentang hakikat jalan. Tiba-tiba, gelombang aura agung di sekelilingnya bergejolak dahsyat, kekuatannya menembus batas dan mencapai sebuah ranah misterius. Ketika kekuatannya memuncak, langit dan bumi segera bereaksi.
Bencana besar pencerahan pun tiba!
Energi petir yang menakutkan menyelimuti delapan penjuru semesta, membuat seluruh makhluk terkejut dan gentar. Seseorang telah memicu bencana pencerahan!
Seluruh suku dan garis keturunan di jagat raya memanfaatkan alat-alat agung untuk menatap ke arah semesta terluar.
"Apakah persaingan untuk menjadi makhluk tercerahkan di zaman ini akan segera berakhir?" Seorang jenius luar biasa menatap ke arah tepian semesta seraya menghela napas.
Hanya satu makhluk tercerahkan yang boleh muncul dalam satu masa. Jika orang ini berhasil melewati bencana, maka yang lain hanya bisa menyegel diri dalam sumber ilahi dan menunggu datangnya zaman keemasan berikutnya.
Pada saat genting ini, bahkan eksistensi terlarang pun terusik, menatap ke tepian semesta dengan kilatan penuh perhitungan di mata mere