Depois de casar com o paranóico amigo de infância, a pequena ancestral enlouqueceu de flerte

Depois de casar com o paranóico amigo de infância, a pequena ancestral enlouqueceu de flerte

Penulis:Vilão número N

[1V1 Dupla Pureza e Duplo Mimos, Amigo de Infância Frio, Sombrio e Paranóico VS Amiga de Infância de Beleza Incomparável e Fria] Na vida anterior, Tan Yao era de beleza excepcional, porém foi armada pela prima, casando-se com um filho dissipado de família rica, pensando que era seu destino, sem imaginar que o destino seria tão cruel, menos de três meses após o casamento, o sogro suicidou-se, a sogra enlouqueceu, o marido foi preso, e ela, finalmente esfaqueada até a morte na rua, só então descobriu que o principal culpado por sua vida trágica era a inveja da prima.………… Após o renascimento, Tan Yao mudou, equivocadamente uniu os casais, atando o fio vermelho entre seu marido da vida anterior e a prima malvada. Não é preciso apressar a vingança, deve-se fazer aos poucos, deixando as expectativas da outra pessoa caírem uma a uma no desespero, não é mais satisfatório? Aquele homem mais nobre, rico e poderoso da capital imperial era, na verdade, seu noivo. No entanto, ela descobriu um segredo: o noivo não apenas era idêntico ao seu amigo de infância que morreu há oito anos, mas era a mesma pessoa.

Depois de casar com o paranóico amigo de infância, a pequena ancestral enlouqueceu de flerte

8ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
33bab Capítulo

Bab 1 Siapa yang Memberimu Racun?

“Yao, kau mimpi buruk lagi? Boleh aku masuk?”

Qin Yao mengerutkan kening, melirik pintu kamar yang tertutup rapat dengan tatapan dingin di matanya.

Di luar pintu, Dongfang Yiling tiba-tiba merasakan hawa dingin merambat di punggungnya. Ia merapatkan jaket, mengendus pelan, lalu mengetuk pintu dengan raut wajah yang sedikit tak sabar.

“Kakak sepupu.”

Sesaat kemudian, pintu kamar terbuka. Qin Yao berdiri di sana dengan wajah pucat, lemah bersandar pada pintu dan memanggilnya pelan.

Seketika, ada rona gembira yang melintas di mata Dongfang Yiling, hampir tak bisa menahan senyum di sudut bibirnya.

Tampaknya obatnya sudah mulai bekerja.

“Yao, kau kenapa?” Dongfang Yiling maju membantu menopang Qin Yao, memandang wajah cantik yang membuat siapa pun iri itu, kini dihiasi semburat merah yang tak wajar.

Hal itu membuat Dongfang Yiling semakin senang.

“Ada apa ini?”

Ia berpura-pura cemas, duduk di pinggir ranjang, meraba dahi Qin Yao, merasakan panas yang tak mungkin dipalsukan.

Ia sangat yakin, obatnya sudah bereaksi.

Begitu senang sampai tangannya sedikit gemetar.

“Aku seperti demam, seluruh badanku lemas, tapi tubuhku bereaksi aneh sampai membuatku ketakutan, Kak, tolong antar aku ke rumah sakit, ya?”

Qin Yao menggenggam pergelangan tangan Dongfang Yiling dengan erat, sampai hampir membuat Dongfang Yiling menarik tangannya karena kesakitan.

Namun ia berpikir, reaksi ini masih wajar, jadi ia tahan juga.

“Baik, aku antar kau. Bisa berdiri? Perlu kubantu?”

“Aku bisa jalan sendir

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >