Desejo de Descansar no Sucesso

Desejo de Descansar no Sucesso

Penulis:Pequeno trabalhador da água

Espelho quebrado se recompõe x Abertura começa com reencontro, tensão ambígua e puxa-empurra x Reencontro azedo【1v1】- Naquela época, Li Wencheng sorriu e deixou para lá, contra-perguntando a ela. “Fang Xiu, você entende que eu e seu tio mais novo somos da mesma geração?” Agora, Li Wencheng de cima para baixo, pressionando-a. “Continue, Fang Xiu, que tipo de pessoa você acha que eu sou.”- Ela se dedica exaustivamente, apenas buscando justiça. Ele manobra no campo dos interesses, descarta os sentimentos verdadeiros, mas se submete por uma pessoa.- Avisos: diferença de idade de 7 anos; história com múltiplos personagens

Desejo de Descansar no Sucesso

39ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
289bab Capítulo

Bab 1: Sampai Jumpa Lagi

Ruangan itu tidak bisa dikatakan hening; suara dingin dari pendingin udara dan percakapan melayang keluar dari pintu menuju koridor.

Fang Xiu menatap pria yang duduk di kursi utama. Ia mengenakan setelan jas rapi, satu tangan menopang dagu di sandaran kursi.

Orang-orang lain berdiri di samping, berbicara dengan penuh basa-basi, hanya dia yang menundukkan mata, diam-diam menatapnya.

Tempat ini adalah Gedung Pesta Bao, penerapan keanggotaan sangat ketat.

Kakak perempuan di depan tadi adalah pelayan khusus ruangan ini dan sudah masuk lebih dulu.

Fang Xiu terpaku beberapa detik di tempat, sampai manajer di belakangnya mendorong perlahan, barulah ia teringat untuk masuk ke dalam ruangan.

Di sisi lain ruangan terdapat sebuah guzheng tua dan sebuah meja teh. Ia berjalan ke sudut terdalam, meletakkan barang-barangnya, lalu berdiri menghadap meja utama, mulai menganalisis situasi dalam benaknya.

Mengapa pria itu ada di sini? Ia tak bisa memahaminya.

Sebulan lalu, ketika Fang Xiu tiba di luar vila di pinggir kota, senja hampir turun.

Sudah lima tahun berlalu; para penjaga gerbang sudah beberapa kali berganti, tak ada satu pun yang mengenalnya.

Tak bisa masuk, ia terpaksa memarkir mobil di pinggir.

Ia sendiri tidak yakin akan bisa bertemu orang yang ingin ia temui, hanya merasa perlu melihat sebentar.

Sore itu baru saja hujan, matahari terbenam di langit tampak seperti lautan darah.

Setelah menunggu lama tanpa satu pun mobil masuk ke bukit, bosnya sudah beberapa kali menelpon untuk mendesak. Ia lalu berpi

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >