Bab Dua Puluh Delapan

Engkaulah tamu agung yang mempesona dunia manusia. Sejumput demi sejumput cahaya bulan 1233kata 2026-02-07 18:22:18

Bab 28: Cinta Mendalam Seperti Angin Panjang

“Ada apa denganmu?” tanya Sun Yuzhou tiba-tiba dengan suara pelan kepada Song Wanyu.

Song Wanyu menatapnya dengan bingung.

“Jangan-jangan Zhou Tong itu naksir kamu?”

Song Wanyu membalasnya dengan tatapan sinis.

Sun Yuzhou hanya tertawa geli.

“Sudahlah, kamu istirahat saja, biar cepat pulih. Kami tidak mau ganggu kalian lagi,” ujar Sun Yuzhou, sambil berdiri dan pamit pada Shen Ziyan.

Zhou Tong pun keluar bersama Sun Yuzhou. Di tengah perjalanan, Sun Yuzhou tiba-tiba bertanya, “Kenapa kamu hari ini tiba-tiba mau ikut denganku? Hm? Sebenarnya ada maksud lain, kan?”

“Maksudmu apa?”

“Masih pura-pura? Kamu pasti mau lihat Song Wanyu, kan!”

Zhou Tong terdiam. Matanya berkedip, entah tengah memikirkan apa.

Sebenarnya, ini kali kedua ia datang ke rumah Shen Ziyan, namun suasana hatinya kini sangat berbeda. Ia tidak membenci Shen Ziyan, tapi ia benar-benar tidak tahu bagaimana Shen Ziyan menghadapi semua yang terjadi. Di matanya, Shen Ziyan adalah sosok istimewa, sulit diukur seperti lautan dan gunung. Ia juga bisa merasakan kedekatan luar biasa antara Shen Ziyan dan Song Wanyu. Hubungan seperti itu… ia sangat iri.

Ia teringat lagi hari itu, saat Song Wanyu mati-matian membela Shen Ziyan. Seumur hidupnya, ia tahu, ia takkan pernah diperlakukan seperti itu olehnya…

Sejak kapan semua ini bermula?

Hatiku seterang rembulan, namun rembulan telah lama berpaut pada angin malam.

Melihat ekspresi Zhou Tong, Sun Yuzhou merasa tebakannya tidak jauh meleset.

Ah…

“Mereka berdua tidak bisa diganggu,” ucap Sun Yuzhou mengerti.

Zhou Tong pun paham.

Di dunia maya, topik tentang Yu Ling masih panas diperbincangkan. Hampir semua komentar mencaci makinya, menyebutnya tidak tahu malu.

Setiap hari, para wartawan mengepungnya. Tak tahan lagi, ia pun menyewa pengawal dan menelepon pengelola gedung. Orang-orang itu akhirnya diusir pergi olehnya, namun para wartawan justru menulis berita sembarangan.

Para penggemar yang dulunya mendukungnya kini menjauh. Mereka yang tidak suka padanya, bahkan para pembencinya, semakin ramai menghujat.

Meski Grup Shen belum mengeluarkan pernyataan, harga saham perusahaan terus menurun, walau nilai pasar tidak berkurang drastis. Bagaimanapun juga, perusahaan raksasa semacam itu nilai pasarnya sulit dibayangkan.

Akhirnya, akun resmi Grup Shen di media sosial merilis pernyataan baru: Terkait gosip yang beredar belakangan ini mengenai aktris Yu Ling, direktur utama perusahaan mengaku pernah menjalin hubungan dengannya, namun kini telah berpisah dengan damai. Sebelum itu, direktur utama perusahaan sudah bercerai, jadi tidak ada istilah perselingkuhan.

Pernyataan resmi tersebut menimbulkan tanda tanya: apakah ini bentuk penyesalan karena Yu Ling benar-benar disayang atau hanya sekadar tanggapan atas hujatan warganet? Namun, baru saja diumumkan hubungan mereka, mengapa langsung putus?

Baru go public, langsung putus?

Satu kalimat itu mengguncang jagat maya.

Banyak yang tak habis pikir, ternyata direktur utama Grup Shen sudah lama bercerai dari istrinya?! Beberapa orang mulai menuduh Yu Ling sebagai biang keladi, menilai ia telah merebut hati Shen Xian hingga rumah tangganya hancur.

Hujatan terhadap moralitas Yu Ling tak kunjung reda, entah karena apa.

Sementara itu, saham Grup Shen mulai stabil, tidak lagi anjlok.

Jika direnungkan, ada sebab di balik semua ini.

Grup Shen memanfaatkan momentum, meluncurkan rencana investasi di bidang farmasi dan mendapat sorotan luas, respons pasar pun sangat positif. Industri farmasi memang selalu berkembang stabil, meski laju pertumbuhannya terus menurun. Grup Shen melihat peluang, bergerak cepat dan tegas, dengan tujuan memperluas pangsa pasar.

Orang-orang yang paham bisnis diam-diam mengagumi kecerdikan Grup Shen.

Shen Xian tahu, dengan karakter Zhou Jie’an, Yu Ling pasti akan dibuat jadi bahan pergunjingan di dunia maya, reputasinya dihancurkan. Shen Xian sendiri tidak ikut campur—ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mulai mengembangkan pasar.