Kata Pengantar Peluncuran
Sesungguhnya, perjalanan buku ini cukup berliku. Pada putaran rekomendasi pertama, karena kendala data, naskah ini gagal melaju. Ditambah lagi, aku memperbarui bab terlalu cepat—para sahabat pembaca setiaku pasti sudah maklum—demi mengejar jadwal terbit pada tanggal satu bulan depan, hari ini aku menerbitkan empat bab sekaligus.
Andai ada yang berkata menulis novel semata-mata demi semangat atau idealisme kosong, itu terlalu munafik—bahkan aku sendiri pun takkan mampu menghargai diriku jika berkata demikian.
Terus terang saja, aku hanya ingin mencari nafkah!
Jujur dari lubuk hati, aku belum puas dengan pencapaian buku ini hingga saat ini. Namun begitulah hidup: mana mungkin segalanya berjalan sesuai kehendak? Siapalah aku ini?
Untuk buku ini, asalkan kalian sudi memberi aku sedikit dukungan—cukup dengan tidak membaca versi bajakan—itulah bentuk dorongan dan sokongan terbesar bagi diriku.
Aku berjanji, buku ini takkan pernah kutinggalkan. Soal pembaruan, aku pun berani menjamin—tak berani berkata muluk-muluk, namun setiap hari paling sedikit sepuluh ribu kata akan tetap menjadi dasar.
Sahabat-sahabat di grup barangkali juga tahu, setiap hari aku menulis hingga lima belas ribu kata. Tentu saja, aku tak berani sesumbar, sebab siapa pula yang tak pernah dilanda sakit kepala, demam, atau urusan hidup lainnya? Maka, aku hanya dapat menjanjikan minimal sepuluh ribu kata per hari; selebihnya, semua tergantung pada antusiasme kalian, para pembaca setia—kalian pasti mengerti maksudku!
Tema buku ini tak lain sejalan dengan judulnya: perjuangan, perluasan kekuasaan, dan bertani membangun negeri. Tentu saja, aku takkan menulis dengan cara yang terlalu naif, sebab aku sendiri pun tak menyukai hal semacam itu.
Sekali lagi, percayalah pada tulisanku. Jika suatu hari kalian mendapati aku berhenti memperbarui cerita, datanglah ke grup dan maki aku sepuasnya—aku akan menerimanya tanpa sepatah kata pun!
Kata-kata telah terucap sejauh ini, kalian pasti sudah memahami: aku hanyalah seorang penulis kecil, tak pernah bermimpi menjadi dewa atau legenda. Bahkan membayangkannya pun aku tak berani.
Aku tahu persis siapa diriku dan sebesar apa kemampuanku.
Tetap sama seperti yang kubilang: selama kalian berlangganan versi resmi, masa depan buku ini akan terjamin, dan aku pun dapat bertahan hidup dari jerih payah ini.
Pada akhirnya, semua orang sedang berjuang di masa sulit—mari saling mengerti dan mendukung!
Di sini, izinkan aku mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat yang senantiasa mendukungku, juga kepada mereka yang telah bergabung dalam grup—dukungan kalian adalah sumber kekuatanku, sekaligus pendorong utama bagi kemajuanku!
Tak perlu berpanjang kata, sampai jumpa besok!
Catatan atas peluncuran “Matahari Tak Pernah Tenggelam di Amerika” sedang dalam pengetikan. Mohon bersabar sejenak.
Setelah konten diperbarui, silakan segarkan halaman ini untuk mendapatkan pembaruan terbaru!