Todo o texto é fictício (Casamento militar no complexo + Desenho de retratos de criminosos + Jovem excepcional + Espaço + Vida cotidiana militar + Bebê fofo + Esposa mimada) A soldado das forças especiais Chu Jingqiu, acompanhada de seu cão militar Jiangjiang, retorna à sua trágica vida anterior, reencarnando como a coadjuvante que, logo após ser enganada pela melhor amiga para ir ao campo, é vendida por traficantes de pessoas e morre ao cair de um penhasco. Desde o início, ela precisa reverter o destino trágico de sua família ser destruída pela família da malvada melhor amiga, com toda a sua vasta fortuna sendo roubada por eles. Nesta vida, ela retorna com habilidades excepcionais, utilizando técnicas divinas de desenhar retratos de criminosos, leitura labial e reconstrução craniana, empregando habilmente um sistema de monitoramento espacial sem pontos cegos, fazendo com que nenhuma conspiração de ninguém consiga se esconder diante dela. Ela captura espiões, confronta pervertidos, encontra tesouros, pune os vilões, desvendando meticulosamente a verdade sobre a ruína de sua família na vida passada, enviando todos os inimigos para o crematório. Surpreendida ao saber que aquele soldado alto, frio e bonito do complexo que se apaixonou por ela à primeira vista morreu prematuramente, não tema, temos armas avançadas, voamos milhares de quilômetros para resgatá-lo de forma imponente. As duas famílias têm poucos descendentes, não tema, eu terei múltiplos bebês em uma única gravidez, deixando ambas as famílias vibrantes e animadas. E vejamos como, nesta vida nos anos setenta deste espaço paralelo, com sua alta inteligência, ela transforma uma mão ruim em um royal flush...!
Malam yang gelap gulita, angin malam awal musim gugur terasa agak dingin. Di jalan kecil yang berliku di pegunungan, seorang gadis sedang berlari sekuat tenaga. Kedua kepang kecilnya sudah terurai, tubuhnya penuh luka akibat tersangkut rumput liar dan ranting pohon. Salah satu sepatunya juga hilang, kakinya berdarah karena tertusuk kerikil, namun ia tetap tak peduli dan terus berlari ke depan.
Tiba-tiba, kedua kakinya menginjak ruang kosong dan ia terguling menuruni lereng gunung. Setelah terguling belasan meter, tubuhnya tertahan pada sebuah pohon dan ia pun pingsan.
Pagi hari, saat fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, Chu Jingqiu terbangun dari pingsannya. Kepalanya terasa sangat sakit, tubuhnya pun seolah-olah baru saja digilas kendaraan berat. Ia tercengang memandang sekeliling.
"Di mana aku ini? Bukankah aku tadi di atap pusat perbelanjaan, sedang bertarung dengan penjahat yang menyandera orang, lalu tanpa sengaja terjatuh dari atap? Kenapa sekarang aku ada di alam bebas?" pikir Chu Jingqiu bingung.
Ia mendapati dirinya terbaring di lereng gunung. Untungnya, gunung ini tidak terlalu curam, ada kemiringan tertentu. Pakaiannya tersangkut pada sebuah pohon, dan di sekitar hanya ada semak belukar yang lebat. Pakaian yang ia kenakan bukan lagi seragam tempur hitam, melainkan kemeja putih bergaya zaman dulu, celana hijau tentara, dan sepatu karet hijau.
Tiba-tiba, kepalanya terasa amat sakit, dan serangkaian ingatan yang bukan miliknya mengalir deras ke dalam pikirannya.
Ia telah menembus waktu, kembali ke era tahun tuju