Ayo maju!

Engkaulah tamu agung yang mempesona dunia manusia. Sejumput demi sejumput cahaya bulan 1237kata 2026-02-07 18:23:24

(Bagikan sedikit adegan singkat!)

Pada suatu masa di SMP.

Musim berganti, dan beberapa hari ini hidung Song Wanyu terasa tersumbat, ia terus bersin.

Sun Yuzhou berkata, "Apa kamu mau mati sebentar lagi…"

Song Wanyu menjawab, "Aku cuma pilek, rasanya nggak enak dari tadi."

Shen Ziyan bertanya, "Demam nggak?"

Song Wanyu meraba dahinya sendiri, "Kayaknya enggak…"

Shen Ziyan mencibir, "Kau mana bisa merasakan begitu saja."

Kemudian tangannya terulur, satu tangan menyentuh dahinya sendiri, satu lagi menempel di dahi Song Wanyu, sambil bergumam pelan.

Setelah itu, Song Wanyu sudah tak terlalu ingat kejadian hari itu, tapi Sun Yuzhou pernah bilang padanya, hari itu senyuman Shen Ziyan begitu lebar sampai ke ujung bibirnya.

Pada suatu masa di universitas.

Shen Ziyan dan Song Wanyu bertengkar.

Untuk pertama kalinya mereka mengalami perang dingin.

Song Wanyu bersikeras tak mau mengalah lebih dulu.

Shen Ziyan berkata, "Aku pesan dua gelas teh susu, nggak habis, nggak tahu harus dibuang atau nggak."

Ia melirik ke arah Song Wanyu, melihat tak ada reaksi, lanjutnya, "Ada orang kalau nggak mau minum ya nggak dapat minum."

Masa aku nggak bisa beli sendiri? pikir Song Wanyu.

Shen Ziyan malah menaruh minuman itu di meja seorang mahasiswi di belakang mereka.

Song Wanyu memilih tutup mata, hatinya lebih tenang.

Setelah kelas usai, seorang gadis menyerahkan dua lembar tiket bioskop pada Shen Ziyan, "Kakak, boleh temani aku nonton film nggak?" Wajahnya malu-malu.

Song Wanyu langsung panas hati, tanpa pikir panjang langsung memeluk lengan Shen Ziyan.

Gadis itu terkejut, "Kamu siapa? Kamu pacarnya?"

Song Wanyu menjawab, "Bukan, kok."

"Terus kenapa peluk-peluk orang?" nada gadis itu tak senang.

Song Wanyu merangkul leher belakang Shen Ziyan, menariknya mendekat dan mengecup bibirnya, lalu menoleh pada gadis itu dengan senyum nakal, "Aku ibunya anak dia."

Gadis itu bengong, lalu buru-buru pergi ketika sadar maksudnya.

Gadis di belakang mereka menepuk bahu Song Wanyu, menyerahkan teh susu padanya. Di atasnya tertempel secarik kertas bertuliskan, "Dititip dulu."

Pada suatu masa setelah mereka menikah.

Sinar matahari masuk ke kamar, Shen Ziyan meraih jam weker dan mematikannya, lalu memeluk erat orang di pelukannya yang masih setengah sadar sudah berusaha bangun.

"Tak apa, tidur lagi sebentar."

Song Wanyu setengah sadar berjalan ke kamar mandi untuk bersiap, menguap sambil menggosok gigi, "Aduh ngantuk banget."

Shen Ziyan bersandar di ambang pintu, melihat Song Wanyu menggosok gigi tanpa menaruh pasta, tak tahan untuk tertawa, "Sayang, itu sikat gigiku."

Malam harinya, setelah Song Wanyu selesai mandi, Shen Ziyan ngotot minta dicium.

Song Wanyu sambil menghindar menarik selimut, "Selimutnya buat aku!"

Shen Ziyan langsung menarik selimut dan menindih Song Wanyu, "Selimut untukmu, kamu untukku."

Setelah berkata begitu, ia langsung menciumnya.

Pada suatu hari, Song Wanyu tiba-tiba kecanduan novel BL, cerita ABO, bahkan yang agak panas.

"Gimana ya kalau aku lahir jadi laki-laki?" gumamnya sendiri.

Shen Ziyan berkata, "Kalau begitu aku pasti jadi yang dominan, nggak ada pilihan lain."

Song Wanyu tertegun, "??"

Shen Ziyan mendekat, mengambil buku di tangannya, kebetulan terbuka di bab adegan posisi belakang dan baju khusus.

Wajah Song Wanyu memerah, buru-buru hendak merebut novelnya.

Shen Ziyan berkata, "Gimana kalau malam ini kita coba adegan ini, kamu ganti baju jadi yang pasif itu."

Song Wanyu makin bingung, "???"

Obrolan sehari-hari

"Bulu matamu panjang banget..."

"Terus gimana? Mau aku cabut buat kamu?"

"Nggak mau..."

"Punya anak aja?"

Saat pertama kali mereka melakukannya.

Shen Ziyan berkata, "Aku punya adik kecil yang sangat imut, kamu mau kenalan nggak?"