Selama lebih dari dua puluh tahun, Qin Miaoyu hidup sebagai gadis penurut. Hingga suatu hari, keluarganya berniat memanfaatkannya untuk perjodohan demi kepentingan keluarga. Tanpa ragu, ia segera mengambil keputusan: menikah kilat dengan seorang pria yang tampaknya hanyalah pegawai kantoran biasa. Namun, ia sama sekali tak menyadari bahwa pria yang dinikahinya bukanlah orang biasa sebagaimana yang ia kira, melainkan calon pewaris kekuasaan keluarga konglomerat paling berpengaruh di Jingcheng! Lu Qi’an selalu menyesali kelambanannya di masa lalu, hingga hanya mampu menyaksikan wanita yang ia pendam dalam hati bertunangan dengan pria lain. Namun siapa yang pernah menyangka, suatu hari wanita yang terus ia simpan di relung hatinya itu justru datang menghampirinya sendiri… Hanya saja, setelah pernikahan itu, bagaimana caranya menutupi identitas yang sebenarnya—seperti menyembunyikan “jubah kuda poni kecil”—tampaknya menjadi persoalan besar yang harus dihadapi!
“Jie, bukankah kau sudah janjian dengan Wang Ershao jam setengah sebelas? Kenapa kau berangkat sepagi ini?” tanya Qin Lianzhu, menatap Qin Miaoyu yang berdiri di ambang pintu.
Mendengar adiknya menyebut nama Wang Ershao, hati Qin Miaoyu terasa tidak nyaman.
Ia sengaja mengambil cuti pulang beberapa hari, hanya untuk mendapati keluarganya hendak mengaturkan calon suami baginya. Yang pertama sudah berhasil ia tolak, tak disangka masih ada Wang Ershao, dan tempat pertemuannya pun di sebuah klub yang reputasinya kurang baik...
Mengingat apa yang akan segera ia lakukan, di wajahnya kembali terpasang kelembutan seperti biasa.
“Ada urusan yang harus kuselesaikan lebih awal. Nanti, tepat waktu, aku akan ke tempat yang sudah dijanjikan dengan Wang Ershao.”
“Benarkah?”
“Benar. Aku sedang terburu-buru, pamit dulu.”
Memang benar, Qin Miaoyu sedang dikejar waktu. Ia sudah berjanji bertemu seseorang di kantor catatan sipil jam setengah sepuluh. Jika ia tidak bergegas, ia akan terlambat.
Pukul sembilan dua puluh delapan, Qin Miaoyu tiba di depan kantor catatan sipil. Tuan Lu, yang baru dua kali ia temui, sudah menunggunya di sana.
Namun, pria itu sedang mengerutkan kening, menatap ke kejauhan.
Ia mengikuti arah pandang pria itu, mendapati sebuah mobil mewah terparkir tak jauh dari sana—jika tidak salah tebak, itu adalah salah satu model edisi terbatas dunia. Mobil mewah biasa kerap terlihat, tapi semewah itu, sungguh jarang, hingga tak heran banyak orang berkerumun mengambil foto di sekitarnya.
Qin Miaoyu tidak terlalu m