Di dunia ini, Bai Ge dikenal sebagai sosok yang pendiam namun menakutkan; kata-katanya sedikit, tindakannya menggetarkan. Ketika Bai Yan membuka matanya, ia mendapati dirinya terlahir kembali di zaman prasejarah—dan kini ia telah menjelma menjadi seekor velociraptor! Namun, segera ia menyadari bahwa segalanya tidak sesederhana itu; planet ini, ternyata, hanyalah sebuah ladang percobaan bagi makhluk-makhluk asing dari luar angkasa! Lewat serangkaian modifikasi yang nyaris merenggut nyawanya, Bai Yan mengalami kelahiran kembali bak burung phoenix dari abu, memperoleh kemampuan untuk melahap dan berevolusi. Dari seekor velociraptor kecil, ia perlahan tumbuh menjadi naga purba bersayap lebar yang sanggup menutupi langit, bahkan mengembangkan kekuatan petir dan api—itulah sebabnya ia dikenal sebagai Naga Petir dan Api. Lantas, setelah menjadi naga raksasa, apa yang hendak ia lakukan? Menculik seorang putri? Mengumpulkan harta karun? Atau mungkin, bermain satu ronde Gwent?
Bai Yan membuka matanya, dan yang terpampang di hadapannya adalah sosok makhluk mengerikan—seekor Velociraptor.
Ketakutan langsung merayapi kaki Bai Yan hingga lemas, ia menjerit keras, tak percaya bahwa di depannya berdiri seekor dinosaurus hidup! Persis seperti Velociraptor di film "Jurassic World"—pemburu cerdas dan licik yang kerap beraksi dalam kawanan. Inilah Velociraptor, ibarat serigala liar dari zaman prasejarah.
Velociraptor itu menatap Bai Yan dengan mata coklat gelap yang tajam, sorot matanya dingin menusuk, seolah-olah siap memangsa dirinya kapan saja. Bai Yan pun tak berani bergerak, hanya bisa merasakan napas busuk yang hangat menghembus dari jarak sangat dekat, membuat tulang punggungnya menggigil dan tubuhnya kaku karena ketakutan. Ini pasti mimpi buruk, tak mungkin kenyataan!
Untungnya, Velociraptor dewasa itu hanya menatap Bai Yan sebentar, lalu beranjak pergi. Bai Yan terkejut—mengapa ia tidak dimakan?
Bai Yan menoleh ke sekitar, baru menyadari bahwa di sisinya banyak anak Velociraptor yang tengah menetas. Hutan tropis yang menjulang tinggi menaungi langit, beberapa Pterosaurus terbang melintas di udara, tak ada bangunan beton, tak ada hiruk pikuk mobil, tak ada wifi, hanya alam liar yang asli. Bai Yan tergeletak di dalam cangkang telur, terpana—apakah ini benar-benar era dinosaurus?
Segera, Bai Yan menunduk dan melihat ekornya sendiri—ya, ekor! Ditambah dengan cakar mungil yang pendek!
Ya ampun, ini sungguh tak masuk akal—ia bukan hanya bereinkarnasi