Bai Li Lina mengira bahwa dirinya yang mengalami perjalanan lintas waktu dan dikaruniai kemampuan istimewa adalah sang anak pilihan surga. Namun belakangan, ia menyadari bahwa suaminya ternyata seorang tokoh besar. Keponakannya adalah gadis yang terlahir kembali dengan hati yang telah menghitam. Awalnya ia mengira dirinya tengah memegang naskah kehidupan yang penuh kemenangan dan kebahagiaan, namun kenyataan justru menamparnya: dialah yang menjadi sasaran penderitaan dari kisah itu! Ah! Ah! Ah!
Sakit, sakit yang mematikan, kepala terasa berdenyut-denyut dan seolah hendak meledak!
Bai Li Lina membuka mata dengan penuh penderitaan, namun gelombang rasa nyeri yang menusuk di dalam kepalanya membuat ia hampir ingin membenturkan kepala ke dinding.
Ia duduk di sana, menunggu cukup lama hingga rasa sakit yang seolah membelah kepala itu perlahan mulai mereda.
Dengan susah payah ia menopang tubuhnya untuk bangkit, kedua tangan memijit-mijit pelipisnya yang terasa nyeri samar di kedua sisi.
Tiba-tiba, ia merasa cahaya dari luar begitu menyilaukan, dan saat hendak menutupi sinar matahari yang menembus masuk, ia pun terperanjat.
Tangan kecilnya yang biasanya halus dan berkulit lembut, kini tampak hitam, kurus, dan kering hingga membuatnya ngeri. Ini...?
"Xiao Yan’er, Ming Yue?"
Ia masih ingat betul, malam ini ia baru saja memindahkan honor menulis novel paruh waktunya ke saldo tabungan, dan bersiap belanja besar-besaran bersama dua sahabatnya di Taobao.
Namun, ketika ia mengetuk layar ponsel untuk membuka aplikasi Taobao, tiba-tiba saja seluruh tubuhnya seperti dialiri arus listrik yang dahsyat, dan kesadarannya pun lenyap sama sekali. Saat ia terbangun, ia telah berada di sini.
Tidak, tidak, ini sungguh tidak masuk akal! Apa yang terjadi padanya? Bai Li Lina terkejut bukan kepalang, matanya menyapu sekeliling dengan cepat.
Yang terlihat adalah rumah reyot dari batu bata biru, di langit-langit bertengger balok-balok kayu tua.
Kaca di jendela kayu sudah retak, bahkan tampak ada plastik yang