Bab 20: Memilih Kesempatan yang Mudah
Seiring berjalannya kekuatan Wuji, Qiufeng terkejut sekaligus gembira saat mendapati bahwa ilmu Wuji miliknya benar-benar dapat langsung mengubah racun yang menyusup ke dalam tubuhnya menjadi energi abadi. Formasi Wuji di dalam Menara Wuji Qian Kun ini sungguh luar biasa hingga terasa seperti melawan hukum alam. Namun di tengah kegembiraannya, Qiufeng juga menyadari satu masalah sangat serius: kecepatan ilmu Wuji-nya dalam mengubah racun terlalu lambat. Bagaimanapun juga, ia masih berada dalam jangkauan kabut racun semut merah api, racun terus-menerus menyerbu tubuhnya tanpa henti sehingga kadar racun dalam tubuhnya tetap saja bertambah.
Ilmu Wuji Qiufeng saat ini baru membuka delapan titik utama dalam tubuhnya, sehingga kecepatannya dalam mengubah energi masih tergolong lambat. Jika racun sampai menyerang jantung dan otak—tempat bersarangnya jiwa—maka tubuh dan jiwanya pasti akan hancur, dan ia pun benar-benar akan mati.
"Tunggu, aku hanya perlu menggunakan ilmu Wuji untuk melindungi jantung dan otak, lalu membiarkan racun semut merah api menggerogoti tubuhku. Aku akan menjadi manusia beracun, saat itu tiga monster tingkat tujuh lainnya belum tentu berani mendekatiku," pikir Qiufeng dengan cerdik, menemukan jalan keluar yang menguntungkan dua belah pihak.
"Anak muda, bahkan seorang kultivator tingkat manusia abadi kelas sembilan pun tak mampu bertahan lama dalam kabut racunku. Ternyata kami semua meremehkanmu!" Semut merah api bisa merasakan Qiufeng kini telah menjadi manusia beracun, namun tak mengerti kenapa Qiufeng bukan hanya tidak mati, bahkan serangannya pun tetap tak melambat, membuat semut itu kerepotan.
Meskipun ilmu Wuji bisa mengubah racun, namun racun semut merah api terlalu kuat, baik dari segi daya racun maupun kecepatannya menyebar. Belum setengah jam, hanya jantung dan otak Qiufeng yang belum terserang racun. Itu pun sudah batas maksimal ketahanan racunnya. Dalam hati, ia sudah mengumpat Long Qi ribuan kali—setengah jam pun belum juga tuntas menata satu formasi.
"Ketua, sudah selesai. Ayo pancing mereka ke sini!" Saat Qiufeng hendak menyerah menyerang semut merah api dan berniat mencari masalah dengan tiga monster tingkat tujuh lainnya, suara Long Qi terdengar di benaknya.
Tanpa pikir panjang, Qiufeng langsung melesat menuju area yang telah ditandai Long Qi. Meski ia tak tahu tingkat formasi apa yang dipasang Long Qi, namun situasi sekarang tak memberinya pilihan lain selain percaya padanya.
"Anak muda, menarik juga! Sudah kena racunku tapi masih bisa bertahan selama ini, sungguh di luar dugaanku. Tapi melarikan diri bukanlah cara untuk menetralkan racun!" Semut merah api perlahan mengikuti Qiufeng dari belakang, tiga monster tingkat tujuh lain pun turut mengejar.
Meskipun Qiufeng tak mati seketika, yang sungguh membuat mereka heran, tapi mereka semua bisa merasakan bahwa kini Qiufeng dari luar hingga dalam tubuhnya penuh dengan racun. Hukuman mati sudah dijatuhkan, mereka hanya mengikutinya untuk melihat kapan Qiufeng akhirnya tumbang, atau berapa lama lagi ia mampu bertahan. Sedangkan Long Qi, yang bahkan belum mencapai tingkat manusia abadi kelas satu, sejak awal langsung diabaikan. Walau tanpa Qiufeng yang menarik perhatian keempat monster itu, Long Qi tetap tak akan jadi sorotan.
"Hei, kau sengaja membuatku susah, ya? Formasi sepele saja butuh waktu setengah jam lebih!" Qiufeng melirik Long Qi tak suka.
"Ketua, kau juga tahu keadaanku. Dulu, formasi seperti ini cukup kugerakkan tangan sudah jadi. Eh, Ketua, kok kau kelihatan aneh sekali?" Long Qi, yang tahu betul Qiufeng bertahan selama ini sudah luar biasa, bahkan melebihi perkiraannya, tersenyum kecut menjelaskan sambil mendekat.
"Kalau tak mau mati keracunan, sebaiknya menjauh dariku!" Qiufeng berkata dingin.
Kini seluruh tubuhnya penuh racun, bahkan di sekeliling tubuhnya terbentuk kabut racun tipis. Jika Long Qi terus mendekat, ia benar-benar bisa ikut keracunan. Mendengar itu, Long Qi langsung mundur beberapa langkah. Ia paham betul racun semut merah api, hanya saja tak menyangka Qiufeng yang sudah keracunan hebat bisa bertahan sampai sekarang.
"Ketua, apa kau tak apa-apa? Jangan-jangan kau benar-benar akan mati keracunan," tanya Long Qi cemas.
Saat ini Qiufeng adalah satu-satunya sandaran Long Qi. Ia jelas tak ingin melihat Qiufeng mati, namun keadaan membuatnya tak terlalu optimis.
"Takkan mati. Sekarang giliranmu unjuk gigi!" Qiufeng dengan tenang menunjuk ke arah empat monster di belakangnya.
Sesuai rencana semula, kini keempat monster—termasuk mereka berdua—sudah berada dalam formasi yang dipasang Long Qi. Qiufeng tinggal menanti Long Qi mengaktifkan formasi untuk menaklukkan keempat monster itu. Tentu saja, ia juga ingin melihat sejauh mana kemampuan Long Qi dalam hal formasi.
Meskipun formasi dianggap ilmu sampingan dalam dunia kultivasi, namun bagi Qiufeng saat ini, ilmu formasi sangatlah penting, menyangkut evolusi lebih lanjut ilmu Wuji-nya.
"Selamat datang di Formasi Buta Langit!"
Suara Long Qi menggema di benak Qiufeng dan keempat monster. Sebuah formasi diam-diam diaktifkan, dan Long Qi pun langsung menghilang dari pandangan Qiufeng. Keempat monster itu masih ada di depan matanya, namun ia merasa seperti masuk ke dunia lain—ia berada dalam formasi, namun tak terpengaruh sama sekali.
Informasi tentang formasi itu otomatis muncul di pikirannya: ini adalah formasi tingkat lima kelas atas. Formasi Buta Langit, artinya siapa pun yang masuk ke dalamnya akan benar-benar buta, tak bisa mengetahui apa pun di dalam, bahkan keberadaan musuh. Lebih penting lagi, segala cara komunikasi di dalam formasi langsung lumpuh. Dengan kata lain, keempat monster itu takkan bisa mengirim informasi ke luar, kecuali mereka mati.
"Ketua, aku sudah selesai, sekarang giliranmu tampil!" Suara Long Qi terdengar lagi di kepala Qiufeng, seolah-olah hanya menanti untuk menonton pertunjukan.
Qiufeng jadi sebal sendiri, siapa sebenarnya anak buah dan siapa tukang pukul di sini? Ia sempat mengira formasi yang dirancang setengah jam itu bisa langsung menaklukkan keempat monster, ternyata cuma untuk mengurung mereka, tetap saja ia yang harus turun tangan.
Sekarang bukan saatnya memperdebatkan hal ini dengan Long Qi. Siapa tahu jika terlalu lama, akan makin banyak monster berdatangan. Ia harus menuntaskan urusan dengan keempat monster dalam waktu sesingkat mungkin. Untungnya, mereka tak bisa mengirim informasi apa pun, dan dengan bantuan Formasi Buta Langit, ia bisa menaklukkan mereka satu per satu.
Qiufeng bersyukur racun semut merah api di tubuhnya masih sangat parah, ia masih seperti manusia beracun. Dengan begitu, menaklukkan tiga monster tingkat tujuh lainnya jadi lebih mudah.
Monster tingkat tujuh pertama yang ia cari adalah Kerbau Pembelah Gunung. Keunggulannya adalah tubuh besar dan kekuatan luar biasa. Namun setelah masuk formasi, Kerbau Pembelah Gunung kehilangan jejak teman-temannya. Saat melihat Qiufeng muncul di hadapan, ia langsung tegang. Meski belum pernah benar-benar bertarung dengan Qiufeng, dan sebelumnya menganggap enteng, namun duel Qiufeng dengan semut merah api selama setengah jam telah memberinya kesan mendalam.
Keunggulan Kerbau Pembelah Gunung adalah tubuh besar dan kekuatan, kelemahan terbesarnya kecepatan. Sementara Qiufeng dalam pertarungan melawan semut merah api menunjukkan kecepatan luar biasa. Ia tahu, satu lawan satu, ia bukan lawan Qiufeng. Inilah alasan Qiufeng memilihnya lebih dulu—meski bukan yang paling lemah di antara keempat monster, baginya Kerbau Pembelah Gunung yang paling mudah diatasi.