Ketika iblis dan monster menyerbu dunia, langit dan bumi pun terpuruk. Di dunia fana, Qiufeng menyeberangi kehampaan, menjadikan para iblis yang memenuhi langit sebagai santapan lezat. Di ujung jalan pertempuran, akulah puncaknya! Saat dunia para dewa berada di ambang kehancuran, Qiufeng sang pendatang gelap bangkit melawan takdir, membalikkan keadaan, membuat para iblis dan monster lari ketakutan hanya mendengar namanya!
Ketika Qiu Feng terbangun, ia mendapati petir emas di langit telah lenyap, dan tempatnya berada pun bukan lagi di Gunung Tiandao, melainkan di sebuah wilayah yang sangat tandus. Ia yakin inilah tanah gersang yang sebelumnya ia lihat lewat sambaran petir emas.
Selama bertahun-tahun, ia telah menjelajahi setiap sudut dunia para pembudidaya keabadian, dan ia bisa memastikan bahwa tempat ini bukanlah dunia yang pernah ia kenal. Jelas, saat menahan petir surgawi, ia telah dipindahkan ke tempat ini. Qiu Feng secara naluriah mengira inilah Alam Dewa, dunia para dewa yang dicapai setelah berhasil melampaui petir surgawi. Namun, pemandangan di sekeliling yang tandus membuatnya sulit mempercayai bahwa inilah dunia para dewa yang didambakan oleh semua pembudidaya keabadian.
Walaupun sudah tiga juta tahun tidak ada satu pun pembudidaya yang berhasil menembus petir dan naik ke Alam Dewa, semua orang tahu bahwa kenaikan itu baru terjadi setelah seluruh kekuatan spiritual dalam tubuh pembudidaya berubah menjadi kekuatan abadi. Saat itulah formasi pemindahan Alam Dewa akan merasakannya dan menjemput si pembudidaya untuk terangkat. Biasanya, setelah keberhasilan menahan petir, perubahan kekuatan spiritual menjadi kekuatan abadi memakan waktu antara satu bulan hingga satu tahun. Belum pernah terdengar ada yang langsung naik ke Alam Dewa saat proses menahan petir.
Qiu Feng pun tak sepenuhnya paham apakah dirinya sudah benar-benar berhasil menahan petir surgawi. Namun, ia sangat yakin bahwa kekuatan spiritual dalam tubuhnya belum berubah menjadi kekuatan abadi. Satu-satuny