Penjinak Iblis Yin dan Yang

Penjinak Iblis Yin dan Yang

Penulis:Tidak ingin terkenal

Jika ada dirimu, aku rela mengenakan pakaian sederhana dari kain kasar dan makan sayuran tawar; jika tanpamu, meski mengenakan sutra mewah dan menikmati hidangan lezat, aku pun tak menginginkannya. Di hadapan manusia, aku memiliki kekayaan, kekuasaan, dan kehidupan abadi. Namun, hanya dirimu yang tak kumiliki. Demi dirimu, aku sanggup bersaing dengan langit;

Penjinak Iblis Yin dan Yang

33ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Bab Satu: Memohon Bantuan Pasukan Langit

Senja perlahan menyelimuti langit, awan hitam menggantung berat, dan hujan rintik-rintik turun membasahi bumi, membawa aroma ganjil yang menyebar di udara.

“Betapa pekatnya aura dendam di sini,” bisik seorang pemuda bertubuh kurus dengan wajah dingin, berpakaian serba hitam, di gerbang Universitas Kedokteran Nanjing.

Pemuda itu baru saja hendak melangkah masuk ke lingkungan kampus, namun langkahnya terhenti oleh seorang satpam. “Berhenti! Mau apa kau?”

Melirik sekilas pada satpam yang usianya tak jauh berbeda darinya, pemuda itu mengernyitkan kening. “Kenapa? Apa Kepala Sekolah Li tidak memberitahumu?”

Satpam itu mengangkat alis, “Kepala Sekolah Li? Siapa kau, Nak? Di sini tak ada Kepala Sekolah Li, hanya Kepala Sekolah Chen. Jangan coba-coba bikin ulah, cepat pergi!”

Mendengar itu, pemuda tersebut mulai kesal. Nama besar dirinya, Ye Ming Shang, di dunia antara alam manusia dan alam gaib, siapa yang berani meremehkannya? Banyak orang berlomba-lomba mengundangnya. Hari ini, tidak ada yang menyambutnya saja sudah cukup buruk, sekarang bahkan dihalangi masuk dan diusir oleh satpam! Ia datang dengan niat baik untuk mengusir hantu, tapi justru diperlakukan begini. Sudahlah, terserah saja nasib mereka, aku tidak peduli!

Tanpa berkata-kata, Ye Ming Shang langsung berbalik hendak pergi, namun baru berjalan beberapa langkah, sebuah suara memanggilnya.

“Guru Ye!” Saat menoleh, ia melihat seorang pria paruh baya bertubuh gemuk, berkacamata, berlari ke arahnya. Ye Ming Shang tak menggubris dan terus berjalan.

“Guru Ye, tolong tunggu!”

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >
Pertempuran Aneh
Penggaris kisi optik
concluído
Penjinak Iblis Yin dan Yang
Tidak ingin terkenal
concluído
Bertemu Lagi dengan Paman Jiu
Si Kecil Mayat
em andamento
Aroma Layar Giok
Indah
concluído
Adikku adalah Dewi Ular
Ikan sungai panggang
em andamento
Gadis Kecil Pembawa Keberuntungan dari Keluarga Petani
Hujan Bambu yang Mendung
em andamento
Memindahkan Gunung
Kesalahan yang Ditimbulkan oleh Kacang
concluído
Di Atas Para Dewa
Kucing milik keluarga Xu Dua
em andamento

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >