Gadis Kecil Pembawa Keberuntungan dari Keluarga Petani

Gadis Kecil Pembawa Keberuntungan dari Keluarga Petani

Penulis:Hujan Bambu yang Mendung

Kakak keempat keluarga Zhou kalah berjudi, ibunya sakit parah, dan orang-orang dari kasino bahkan ingin memaksa Man Bao menjual dirinya untuk membayar hutang. Penduduk desa berkata bahwa hari-hari baik si buah hati keluarga Zhou telah berakhir, bahkan sang ibu pun menangis sambil menggenggam tangan kecil Man Bao. Namun, Man Bao justru memanfaatkan sistem yang dimilikinya, mengajak saudara dan kakak iparnya membuka lahan, bertani, dan menanam tanaman obat.

Gadis Kecil Pembawa Keberuntungan dari Keluarga Petani

25ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Bab pertama: Kalah dalam Taruhan

Kecil Qian dengan hati-hati berjalan ke pintu dapur sekolah sambil membawa keranjang di punggungnya, lalu mengangkat adik iparnya keluar dari keranjang dan menaruhnya di ambang pintu. Ia berbisik, "Manbao, duduklah di sini. Kakak ipar akan memasak dan nanti membawa pulang kau."

Manbao mengangguk patuh. Begitu kakak iparnya masuk ke dapur, ia segera berlari dengan kaki kecilnya menuju ruang kelas di sebelah.

Di dalam, anak-anak sedang membaca Kitab Seribu Huruf bersama guru mereka. Manbao yang sudah terbiasa, menyeret sebongkah batu ke bawah jendela, lalu naik ke atas batu dan mengintip ke dalam, matanya bersinar terang seperti bintang menatap ke arah dalam.

Baierlang, yang duduk tak jauh dari jendela, menyadari tatapan Manbao, diam-diam menoleh dan melotot tajam ke arahnya.

Manbao tidak mau kalah, membalas tatapan itu dan bahkan membuat wajah lucu.

Baierlang semakin marah, matanya membelalak. Guru berjalan lewat dan menepuk ringan kepalanya, menegur, "Lebih seriuslah."

Manbao yang melihat kejadian itu tak bisa menahan tawa, sangat senang. Ketika guru menoleh ke arahnya, ia nakal mengedipkan mata.

Sang guru yang berjanggut putih hanya bisa menggeleng dan menghela napas, membiarkan Manbao tetap di ambang jendela mendengarkan mereka membaca.

Guru berkata, "Hari ini kita mempelajari bagian terakhir Kitab Seribu Huruf..."

Para murid membaca satu per satu, Manbao di luar jendela ikut membaca dengan suara anak kecilnya yang cukup keras. Murid-murid di kelas sudah terbiasa, ikut membaca

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >
Di Atas Para Dewa
Kucing milik keluarga Xu Dua
em andamento
Raja Darah, aku sedang menunggumu.
Biru Laut yang Menyegarkan
em andamento
Adikku adalah Dewi Ular
Ikan sungai panggang
em andamento
Bertemu Lagi dengan Paman Jiu
Si Kecil Mayat
em andamento
Awal Cerita Menipu Legiun Pembakar: Bertempur untukku Menaklukkan Segala Dunia
Seorang prajurit berusia lima puluh lima tahun
em andamento
Segala Dunia: Bermula dari Dunia Guru Kesembilan
Tuan Penjara Utara
em andamento
Pertempuran Aneh
Penggaris kisi optik
concluído

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >
1
Penjinak Iblis Yin dan Yang
Tidak ingin terkenal
3
Kejadian Aneh di Desa Pemerintah
Hancarnya Sungai Han yang terasing
6
Alam Dewa ini tampaknya mulai runtuh.
Istana Giok Bulan Ungu
8
Permen di Dalam Pelukannya
Permaisuri yang Anggun
9
Keluarga Obat Darah
Senja Belum Turun, Kabut Masih Menggantung
10
Pendiri Dinasti Song
Sejarah yang agung telah menjadi abu.