[Seluruh Orang + Pekerjaan Tersembunyi + Naik Level + Data Statistik + Pembantaian Seketika] Judul lain dari novel ini: "Astaga, ke mana perginya bar darahku?" dan "Kerusakanku hanya sedikit lebih tinggi, mungkin cuma satu miliar kali lipat..." Ketika dunia permainan dan kenyataan menyatu, aturan dunia berubah, dan umat manusia memasuki era di mana setiap orang bisa memilih profesi baru. Ruang bawah tanah, gua kelam, serta medan perang di luar dunia bermunculan satu per satu. Ada para dewa yang memandang rendah dunia manusia, menyaksikan pertarungan kaum semut dengan tawa sinis. Ada pula para profesional tangguh, satu orang saja sudah cukup untuk menjaga satu wilayah. Chu Ci meneguk anggur legendaris, memicu profesi tersembunyi sang pendekar pedang, lalu berubah menjadi satu-satunya pekerjaan: Pendekar Pedang dan Arak. Ia mendapatkan bakat "Pendekar Arak", di mana setiap kali ia minum, ia memperoleh keterampilan baru dan tingkat kemahiran pun meningkat. Ia juga memperoleh bakat "Pendekar Pedang", di mana setiap pedang yang dimilikinya meningkatkan daya serang sebesar satu persen, tanpa batas maksimum. Ketika orang lain masih sibuk berburu monster demi menaikkan level, satu tebasan Chu Ci bisa menghasilkan kerusakan hingga miliaran poin. Monster? Semuanya mati seketika! Bos besar? Juga mati seketika! Pada hari ketika para dewa akhirnya turun ke dunia, belum juga berdiri dengan tegak, mereka langsung kebingungan. Astaga, ke mana perginya bar darahku? ...
[Ding-dong, kamu telah mengaktifkan Sistem Penyimpanan Otak. Setiap hari kamu menyimpan, kamu akan secara acak mendapatkan keberuntungan semalam tujuh kali, perjalanan hidup lancar, rezeki melimpah, kedamaian dan kebahagiaan, dan buff lainnya.]
"Buk!"
Pintu kamar didobrak. Liu Changhe masuk dengan wajah cemas, matanya menyapu seluruh ruangan hingga akhirnya menemukan Chu Ci yang tergeletak di pojok.
"Hei, bangun! Jangan tidur terus, hari ini hari kebangkitan profesi, lho!"
Liu Changhe menyingkirkan beberapa botol minuman, berjalan mendekat dan membantu Chu Ci duduk. Ia menepuk-nepuk wajah Chu Ci, mencubit hidungnya, namun tak ada reaksi. Setelah memastikan Chu Ci masih bernapas, ia menghela napas lega.
"Sial, ciuman pertamaku terpaksa kuberikan padamu," gumam Liu Changhe sambil menggigit bibir, lalu mendekatkan bibirnya ke Chu Ci yang ada di pelukannya.
Orang yang ada dalam pelukannya seolah merasakan sesuatu, perlahan membuka mata.
Yang pertama terlihat adalah wajah besar dan bibir manyun yang mendekat.
"Astagaa!"
Chu Ci terkejut bukan main, langsung melepaskan diri dari Liu Changhe dan berdiri, memeluk dada, menatap Liu Changhe dengan wajah syok. "Siapa kamu sebenarnya?"
Liu Changhe yang setengah jongkok menatap Chu Ci yang menggigil. Sungguh situasi yang canggung untuknya.
Namun Liu Changhe sudah terbiasa dengan segala situasi, ia tahu selama ia tak merasa malu, maka yang malu adalah orang lain.
Ia pun segera mengambil alih situasi! Liu Changhe me