Setelah orang tuanya bercerai, Lin Lu, seorang calon mahasiswa seni, memulai kehidupan sendiri. Hari-harinya berjalan tenang tanpa banyak perubahan. Namun, suatu hari, seorang kakak perempuan pindah ke rumah sebelah, dan dua orang yang awalnya asing itu mulai menjalin hubungan yang unik. Kakak tetangga benar-benar baik hati; dia membantu Lin Lu belajar, memasak untuknya, tampil anggun dan sopan, lembut serta perhatian. Bahkan saat ia sedikit ceroboh, tingkah lakunya sangat menggemaskan! Hanya saja, perkembangan hubungan mereka rupanya mulai berjalan ke arah yang tak terduga...
"Lin Lu, cepat lihat ruang QQ-mu, kamu sedang dibicarakan!"
Teman sebangku yang bertubuh gemuk berkata dengan wajah penuh gosip, dan Lin Lu pun tertegun sejenak, pikirannya yang sedang fokus mengerjakan soal langsung buyar.
"…Siapa yang membicarakan aku?"
"Tembok Pengakuan."
Si gemuk menutupi pandangan guru di meja dengan buku pelajarannya, lalu tertawa pelan sambil menggeser layar ponselnya ke arah Lin Lu.
Tembok Pengakuan bukanlah tembok sungguhan. Itu adalah akun QQ atau Weibo yang dikelola oleh seseorang misterius bernama "Tembok Pengakuan Sekolah XX", tempat para siswa bisa mengirimkan pesan, seperti pengakuan anonim, curahan hati, keluhan tentang kantin, mencari orang atau barang, serta gosip. Pengelola QQ ini akan merangkum semua informasi dan mengunggahnya ke ruang QQ, dan banyak kabar burung di sekolah berawal dari sini.
Lin Lu tidak asing dengan Tembok Pengakuan. Ia juga berteman dengan akun Tembok tersebut, kadang kala ia membaca gosip yang diunggah saat sedang senggang, hanya saja tak pernah menyangka dirinya kini jadi bahan hiburan.
Lin Lu menatap informasi di layar, sebuah tangkapan layar percakapan yang khas—
Mosaik: "Halo Tembok."
Mosaik: "[Foto]"
Mosaik: "Siang dua hari lalu, aku naik bus dan bertemu seorang kakak kelas yang sangat tampan, mengenakan seragam sekolah kita! Aku tak tahan dan diam-diam memotretnya dengan ponsel, sayang saat itu aku bersama teman, jadi malu untuk meminta kontaknya. Namun dua hari ini wajahnya terus terbayan