Delapan tahun aku menyimpan sistem ini, awalnya hanya ingin menjadi pria yang diam-diam berjuang di belakangmu, membangun rumah yang hangat dan sempurna untukmu. Enam tahun kemudian, kau akhirnya menjadi bintang besar, namun kau malah menyerahkan surat perceraian padaku. Kalau begitu... aku tak akan bersembunyi lagi!
Kota Hezhou, Ruang Baca Jingyuan.
Para penggemar seni dan sastra berkumpul di tempat ini, ada yang memesan dua cangkir kopi atau satu teko teh hijau, lalu mereka mulai berbincang tentang karya sastra, atau berdiskusi mengenai kaligrafi, lukisan, dan seni pertunjukan.
Di sudut ruang baca itu, duduk berhadapan seorang pria dan seorang wanita.
Pria itu berambut pendek, wajahnya tampan, tubuhnya memancarkan aura yang ceria.
Wanita itu mengenakan cheongsam porselen biru yang sedang sangat populer, kepalanya dihiasi topi beludru merah anggur, serta mengenakan masker hitam yang menutupi sebagian besar wajahnya.
“Hubungan kita sudah berakhir. Berpisah dengan baik adalah restu terakhir yang bisa kuberikan.”
Suara wanita itu manis. Ia menatap pria di depannya, “Mau tahu alasanku ingin bercerai?”
Pria itu tetap tenang, tidak memberikan jawaban.
Wanita itu menghela napas, “Saat pertama kali aku mengenalmu, kau adalah ketua klub sastra universitas, dan di usia dua puluh kau sudah menjadi anggota Asosiasi Penulis Hezhou. Saat itu kau begitu bersinar. Tapi setelah kita menikah, seolah semua cita-cita dan impianmu lenyap.”
“Kau tahu, sekarang status dan perbedaan kita semakin besar. Kita tak bisa lagi hidup bersama. Itu alasanku.”
Pria itu tersenyum, seolah kata-kata wanita itu tak ada hubungannya dengan dirinya.
“Sudahlah, aku bicara terlalu banyak.”
“Akulah yang mengajukan perceraian. Aku bersedia memberimu kompensasi, selama masih dalam batas yang bisa kuterima, aku akan menyetujuinya.”
Pria itu mengangkat