Bermula dari perceraian, aku terpaksa menjadi seniman penuh waktu
Lautan Emas yang Dangkal
kata
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Katalog
Detail Buku
Pengaturan
Kembali ke Atas
Katalog Bermula dari perceraian, aku terpaksa menjadi seniman penuh waktu
em andamento·Total 100 bab
Penanda Buku
Urutan Terbalik
Bab Satu: Semangkuk Mi Telur dengan Daun Bawang
Bab Dua: Demi Dirimu, Aku Telah Mengorbankan Banyak Hal (Mohon Simpan Cerita Ini!)
Bab Tiga: Kejutan Tak Terduga Bagi Zhang Jingya
Bab Empat: Pengaruh Sistem (Mohon Dukungannya!)
Bab Lima: Zhang Jingya yang Terpesona (Mohon Disimpan)
Bab Enam: Mengundang Anda untuk Hadir dalam Pertemuan Puisi
Bab Tujuh: Hidup Dipenuhi Kebencian
Bab delapan: Percakapan antara Jingya Zhang dan Yuqi Su (Mohon dukungannya!)
Bab Sembilan: Rencana Strategis, Perselisihan antara Li An dan Zhang Jingya
Bab Sepuluh: Memperjuangkan Promosi Acara yang Lebih Baik
Bab Sebelas: Masa Depan Cerah yang Telah Tergambar
Bab Dua Belas: Festival Puisi dan Syair Resmi Dimulai (Mohon Dukungannya!)
Bab Tiga Belas: Sambutlah Sang Penyair Bertopeng!
Bab Empat Belas: Penyair Palsu dan Pertukaran Putra Mahkota
Bab Lima Belas: Kehormatan yang Seharusnya Menjadi Milik Li An
Bab Enam Belas: Tingkat Penonton Meningkat Tajam, Orang Lain Menikmati Kehormatanmu!
Bab Tujuh Belas: Peserta Nomor Sembilan Puluh Enam Melaju Tanpa Tertandingi!
Bab Delapan Belas: Peserta Nomor Sembilan Puluh Enam, Memukau Seluruh Penonton!
Bab Sembilan Belas: Astaga, Nomor Sembilan Puluh Enam Memang Hebat
Bab Dua Puluh: Berakhirnya Festival Puisi dan Syair Tahap Ketiga
Bab Dua Puluh Satu: Belajar Sastra Daring, Tim Produksi yang Pandai Membuat Penonton Penasaran
Bab Dua Puluh Dua: Patung yang Tenang? Final Dimulai!
Bab Dua Puluh Tiga: Tetap Tenang, Aku Akan Mengalahkanmu
Bab Dua Puluh Empat: Pemilihan Penonton, Apakah An Zhi Ruosu Pasti Kalah?
Bab Dua Puluh Lima: Hidup Berirama, Puisi yang Mengalun
Bab Dua Puluh Enam: Keyakinan Mutlak yang Tak Terpengaruh; Menulis Puisi dengan Tenang
Bab Dua Puluh Tujuh: Sebait Puisi yang Sederhana
Bab Dua Puluh Delapan: Dari Dulu Hingga Kini, Tak Lebih dari Seribu Orang
Bab Tiga Puluh: Qi Fang: Sepertinya Aku Salah Bicara Lagi
Bab Tiga Puluh Satu: Satu Juta, Bisakah Menyerah dari Pertandingan?
Bab Tiga Puluh Dua: Puisi Tujuh Baris "Perjalanan di Negeri Orang"
Bab Tiga Puluh Tiga: Menghitung juga “Kecapi Bersulam”? Sungguh tak tahu malu!
×
Pengaturan Membaca
Tema Membaca
白天
夜间
粉红
淡绿
淡黄
Jenis Huruf Teks
宋体
微软雅黑
黑体
楷体
Ukuran Huruf
A-
16
A+
Lebar Halaman
Sempit
Sedang
Lebar
翻页模式
点击
滚动
×