Mantra Dewa

Mantra Dewa

Penulis:Taiji melahirkan air

Sebuah novel baru yang sedang naik daun—setetes darah iblis, mampu menyingkap ribuan pegunungan dan sungai. Sebuah gulungan kitab kuno, dapat melenyapkan siklus matahari dan bulan. Sebuah kitab rahasia para dewa, mengubur para penguasa langit. Yang Qingxuan mendapatkan warisan takdir, mempelajari ilmu tak terkalahkan, dan memulai perjalanan menaklukkan para jenius zaman ini, melangkah menuju jalan para kuat yang abadi sepanjang masa! "Aku selalu menundukkan orang lain dengan kebajikan, dan yang tidak tunduk hanyalah orang mati!" Tag khusus dari penulis: aliran kuno, bintang yang kembali sebagai kuat, membawa kekuatan dalam diri, penuh darah dan besi

Mantra Dewa

23ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Prolog: Misteri Asal Usul, Abu Waktu dan Ruang

Di bawah kaki Gunung Kunlun.

Sebuah ruang bawah tanah yang suram membentang tanpa tepi, satu-satunya cahaya berasal dari celah raksasa di atas, di mana jutaan cahaya bintang menetes lembut ke kegelapan.

Puluhan tiang kuno dari perunggu, setinggi seratus depa, berdiri kokoh di kekosongan luas ini, bak batu nisan para jawara yang tiada tara, menjulang menembus langit.

“... Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu.”

“Benar saja, angka semesta itu delapan puluh satu. Bermula dari satu, berakhir pada sepuluh, berputar tanpa henti, abadi sepanjang waktu, urutannya tak pernah kacau.”

Di atas salah satu tiang perunggu, seorang pria berdiri diam membelakangi cahaya bintang yang membias di tubuhnya.

Bayangannya samar, wajahnya tak jelas, hanya matanya yang berkilau meneliti aula kuno yang remang itu.

Dalam semburat cahaya bintang, samar-samar terlihat bentuk ruang bawah tanah ini, menyerupai altar persembahan para raja kuno untuk langit.

Di bagian luar berdiri delapan puluh satu tiang perunggu mengelilingi sekeliling, teratur bersilangan. Setiap tiang dililit rantai besi sebesar ular yang menjulur ke tengah, menembus kekosongan yang berkabut.

Di bagian dalam, garis-garis tipis seperti benang ikan membentang, di antara mereka terdapat empat pola matahari raksasa, masing-masing menghadap delapan arah: timur, barat, selatan, utara, tenggara, barat daya, timur laut, dan barat laut.

Ruang bawah tanah itu dingin dan sunyi, hawa dingin merayap naik melalui tiang perunggu.

Sosok di atas tiang itu mengangkat t

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >
Di Atas Para Dewa
Kucing milik keluarga Xu Dua
em andamento
Raja Darah, aku sedang menunggumu.
Biru Laut yang Menyegarkan
em andamento
Adikku adalah Dewi Ular
Ikan sungai panggang
em andamento
Bertemu Lagi dengan Paman Jiu
Si Kecil Mayat
em andamento
Awal Cerita Menipu Legiun Pembakar: Bertempur untukku Menaklukkan Segala Dunia
Seorang prajurit berusia lima puluh lima tahun
em andamento
Segala Dunia: Bermula dari Dunia Guru Kesembilan
Tuan Penjara Utara
em andamento
Pertempuran Aneh
Penggaris kisi optik
concluído

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >
1
Penjinak Iblis Yin dan Yang
Tidak ingin terkenal
3
Kejadian Aneh di Desa Pemerintah
Hancarnya Sungai Han yang terasing
6
Alam Dewa ini tampaknya mulai runtuh.
Istana Giok Bulan Ungu
8
Permen di Dalam Pelukannya
Permaisuri yang Anggun
9
Keluarga Obat Darah
Senja Belum Turun, Kabut Masih Menggantung
10
Pendiri Dinasti Song
Sejarah yang agung telah menjadi abu.