Sebuah novel baru yang sedang naik daun—setetes darah iblis, mampu menyingkap ribuan pegunungan dan sungai. Sebuah gulungan kitab kuno, dapat melenyapkan siklus matahari dan bulan. Sebuah kitab rahasia para dewa, mengubur para penguasa langit. Yang Qingxuan mendapatkan warisan takdir, mempelajari ilmu tak terkalahkan, dan memulai perjalanan menaklukkan para jenius zaman ini, melangkah menuju jalan para kuat yang abadi sepanjang masa! "Aku selalu menundukkan orang lain dengan kebajikan, dan yang tidak tunduk hanyalah orang mati!" Tag khusus dari penulis: aliran kuno, bintang yang kembali sebagai kuat, membawa kekuatan dalam diri, penuh darah dan besi
Di bawah kaki Gunung Kunlun.
Sebuah ruang bawah tanah yang suram membentang tanpa tepi, satu-satunya cahaya berasal dari celah raksasa di atas, di mana jutaan cahaya bintang menetes lembut ke kegelapan.
Puluhan tiang kuno dari perunggu, setinggi seratus depa, berdiri kokoh di kekosongan luas ini, bak batu nisan para jawara yang tiada tara, menjulang menembus langit.
“... Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu.”
“Benar saja, angka semesta itu delapan puluh satu. Bermula dari satu, berakhir pada sepuluh, berputar tanpa henti, abadi sepanjang waktu, urutannya tak pernah kacau.”
Di atas salah satu tiang perunggu, seorang pria berdiri diam membelakangi cahaya bintang yang membias di tubuhnya.
Bayangannya samar, wajahnya tak jelas, hanya matanya yang berkilau meneliti aula kuno yang remang itu.
Dalam semburat cahaya bintang, samar-samar terlihat bentuk ruang bawah tanah ini, menyerupai altar persembahan para raja kuno untuk langit.
Di bagian luar berdiri delapan puluh satu tiang perunggu mengelilingi sekeliling, teratur bersilangan. Setiap tiang dililit rantai besi sebesar ular yang menjulur ke tengah, menembus kekosongan yang berkabut.
Di bagian dalam, garis-garis tipis seperti benang ikan membentang, di antara mereka terdapat empat pola matahari raksasa, masing-masing menghadap delapan arah: timur, barat, selatan, utara, tenggara, barat daya, timur laut, dan barat laut.
Ruang bawah tanah itu dingin dan sunyi, hawa dingin merayap naik melalui tiang perunggu.
Sosok di atas tiang itu mengangkat t