Tanpa beban dan kekhawatiran, hidup sederhana sepanjang hayat, bersembunyi di pegunungan yang sunyi, menjalani latihan yang membosankan—bukanlah kehidupan yang diinginkan oleh Zhang Xian. Ditemani wanita cantik, mengembara dengan pedang di dunia persilatan, memandang rendah segala arah, dan bersaing merebut kekuasaan hanyalah bagian dari proses yang ia nikmati—perpaduan kehangatan hati dan gairah membara. Namun, medan tempur sejatinya, tempat ia benar-benar memperlihatkan keperkasaan, justru terbentang di atas sembilan langit, di hamparan bintang yang luas tak terhingga.
Di luar batas hanya sebagai referensi: ‘Alam semesta hanyalah hasil dari persepsi dan sentuhan manusia, lebih mendalam lagi ia adalah dunia pemikiran; ia bukan dunia materi, hanya bergantung pada kehendak manusia untuk eksis secara objektif, ia tidak memiliki waktu atau ruang, tidak ada kebenaran yang dapat membuktikan keberadaannya. Pengujian iklan watermark Pengujian iklan watermark. Cahaya putih; terdiri dari tujuh warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, melambangkan terang dan keterbukaan.
Kegelapan; tanpa cahaya, terbentuk dari energi gelap yang tak terlihat dan tak teraba, melambangkan penyerapan dan pemadatan.
Pertentangan antara terang dan gelap, saling tarik-menarik namun juga saling menolak.
.............................
Di lautan bintang yang luas tak bertepi, terdapat sebuah gugus bintang berbentuk bunga teratai, disebut Altar Teratai, di pusat gugus bintang itu terdapat sebuah bintang besar bernama Angkasa Ungu.
Di Angkasa Ungu, dalam puncak gunung yang diselimuti awan dan kabut, samar-samar terlihat sebuah istana megah, disebut Istana Angkasa Ungu.
Di alun-alun depan Istana Angkasa Ungu, selain banyak patung makhluk hidup, ada sebuah pohon willow berongga yang berdiri sendiri, tampak begitu angkuh namun menghadirkan nuansa hampa, sungguh aneh.
Di aula utama yang luas, hanya ada tiga orang. Di kursi utama duduk tuan Istana Angkasa Ungu, Sang Guru Agung Hong Jun. Di sebelahnya Sang Dewa Alis Putih, pohon willow berongga adalah wujud aslinya, dan ketiga adalah Lu Ya yang terkenal nakal. Ketiga tokoh s