Deskripsi: Cheng Jiu dan Xin Gan, dua insan yang berjalan bersama, selalu ada satu yang melangkah tanpa menoleh ke belakang. Sejak mampu mengingat, Xin Gan telah mengetahui bahwa dirinya tidak pernah sendiri; ia memiliki seorang tunangan—Cheng Jiu—yang delapan tahun lebih tua darinya. 【Panduan Membaca: Awal cerita berkembang perlahan】
Pesawat pukul sembilan malam mendarat dengan selamat di bandara Beiyu.
Begitu turun dari pesawat, Xin Gan segera menghubungi pihak yang menjemputnya. Suara di seberang sana membawa aksen khas setempat, memberitahunya, “Saudara Jiu mendadak ada urusan, jadi saya yang menjemput Anda, Nona Xin. Silakan keluar dari bandara dan tunggu saya di pinggir jalan.”
Xin Gan melirik waktu yang tertera di ponselnya, kira-kira sudah hampir waktu yang dijanjikan.
Ketika ia akhirnya bertemu dengan orang yang dimaksud, ternyata seorang pemuda berusia awal dua puluhan, mengenakan pakaian tradisional daerah setempat.
“Nona Xin, saya, saya! Saya yang tadi menelepon Anda, nama saya Xiao Shi.”
Xin Gan memperkenalkan dirinya dengan sopan, “Saya Xin Gan.”
Sebuah mobil off-road berwarna hitam terparkir di tepi jalan. Aroma bensin yang menyengat bercampur dengan bau aneh yang tak bisa dijelaskan, membuat Xin Gan merasa mual begitu naik ke dalam mobil.
Rasa mual yang menyesakkan.
Padahal ia tidak mudah mabuk perjalanan, namun jalanan pegunungan yang berliku membuat mobil terguncang hebat, lambungnya pun serasa diaduk-aduk.
Di dalam mobil yang remang-remang, Xiao Shi fokus pada kemudi, tak menyadari perubahan dirinya. Ia berkata, “Nona Xin, perjalanannya cukup jauh. Nanti kalau sudah sampai akan saya panggil. Anda pasti kelelahan setelah seharian di pesawat, istirahatlah dulu.”
Xin Gan hanya menggumamkan jawaban dengan suara hidung yang berat, tak berani membuka mulut, takut begitu bicara ia akan memuntahkan asam lambungnya.
Ia memejam