Dokter bedah Jiang Lai tak pernah menyangka dirinya akan kembali ke zaman penuh gejolak dan gelora. Namun, ia bukanlah sosok yang piawai mengangkat senjata; satu-satunya yang dapat ia genggam hanyalah pisau bedah. Maka, Dokter Jiang dari Rumah Sakit Tongren pun menjelma sebagai simbol tertinggi kemajuan medis pada masa itu! ... Jiang Lai berkata: "Gedung megah ini nyaris runtuh, jurang maut menganga di tepi; kami hanya dapat maju meski seribu kali mati!" Pihak musuh: "Dokter Jiang, kalau begitu, kami titipkan Jenderal pada Anda!" Pihak kami: "Terima kasih atas kerja kerasmu, Kamerad!" ... Tersedia pula grup pembaca (terbuka bagi siapa pun): 153283801
Sebagai seorang dokter bedah, Jiang Lai tak pernah mempercayai keberadaan roh maupun dewa; sekalipun ada, tak akan menggoyahkan seorang dokter sepertinya.
Namun saat ini, sembari meraba kepala yang berdenyut nyeri, memandang dinding bata biru nan suram di kedua sisi gang, serta melihat lalu-lalang becak kuning dan kerumunan manusia di luar sana, suara bocah penjual koran pun mengalir masuk ke telinganya:
"Jual koran! Jual koran!"
"Ketua Komite setuju bersatu dengan Tentara Merah, bersama-sama melawan Jepang!"
"Dalam waktu dekat, akan diadakan konferensi penyelamatan negara yang mengumpulkan berbagai partai, kelompok, dan angkatan, guna menentukan kebijakan perang melawan Jepang!"
Ledakan informasi berbaur di benaknya, rasa sakit yang begitu dahsyat menghempas dirinya.
Beberapa saat kemudian, Jiang Lai akhirnya pulih, sadar bahwa ia telah melintasi waktu!
Sosok yang ia tempati juga bernama Jiang Lai; di usia lima belas, ia masuk Universitas St. John, menghabiskan tujuh tahun menuntaskan gelar doktor, lalu berlatih dua tahun di Amerika, belum sempat pulang ke tanah air, malah digebuk kepala dan dirampok, hingga terjadilah pergantian jiwa ini.
Syukurlah, pemilik tubuh ini juga seorang dokter, dan ia pun demikian, maka jalan ke depan tidaklah sulit untuk dipilih.
Jalan memang mudah dipilih, namun amat sukar dilalui.
Suara bocah penjual koran barusan didengarnya dengan jelas, pemerintah Republik akan bersatu melawan Jepang, jelaslah... ini tahun 1936!
Zhang dan Yang telah berhasil!