Determinado a me tornar a Lua Negra, a consorte ela sobe degrau por degrau

Determinado a me tornar a Lua Negra, a consorte ela sobe degrau por degrau

Penulis:Fruta de laranja com sabor de tangerina

Um dia, vendida pela família para o Pavilhão Liuli, Song Suyun aprendeu silenciosamente o qin, o xadrez, a caligrafia e a pintura, que serviam como trampolim para entrar no círculo dos altos oficiais e nobres, aguardando a oportunidade de sair dali. O céu não decepciona as pessoas, primeiro veio o manipulador e astuto herdeiro Li Cu, depois o imperador louco Mo Ziyu. Passo a passo avançando e subindo, eu finalmente me tornei o luar negro de várias pessoas.

Determinado a me tornar a Lua Negra, a consorte ela sobe degrau por degrau

5ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
22bab Capítulo

Bab 1: Perjamuan Pernikahan

"Wah, arak-arakan pengantin yang sangat meriah ini, keluarga siapa yang sedang melangsungkan pernikahan? Megah sekali."

Seorang wanita tua yang menjinjing keranjang sayur besar mendekat ke kerumunan paling belakang dan bertanya kepada seorang pemuda di sampingnya.

"Cih, terlihat sekali kau bukan penduduk ibu kota. Hal seperti ini saja tidak tahu." Pemuda itu melirik wanita tua berpakaian lusuh dengan tambalan di sana-sini itu dengan nada mengejek.

Wanita tua itu merasa canggung dan meremas ujung bajunya, namun ia tetap bersikap rendah hati. "Benar, benar, saya dari kota kecil di dekat sini. Hari ini datang ke ibu kota untuk berbelanja."

Tanpa memedulikan rasa canggung wanita itu, pemuda tersebut menjelaskan, "Ini pernikahan pewaris Adipati Yongping. Namun yang ia nikahi adalah seorang wanita penghibur. Jika melihat jasa militer dan kemampuan Li Cu, putri dari keluarga terpandang mana pun di ibu kota pasti diam-diam menaruh hati padanya. Tapi dia tidak menginginkan satu pun dari mereka, malah bersikeras membawa pulang seorang wanita penghibur untuk dijadikan istri sah."

Seorang pria paruh baya di samping mereka tidak tahan untuk ikut berkomentar, "Memangnya kenapa? Kudengar wanita penghibur itu masih perawan. Sang pewaris langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan sampai harus membuat keributan besar baru bisa menikahinya. Dia menyukainya, apa urusannya denganmu?"

Anak muda paling tidak tahan mendengar sindiran seperti itu, ia pun langsung membalas, "Menikah dengan biaya mahal,

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >