Permen di Dalam Pelukannya
Permaisuri yang Anggun
kata
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Katalog
Detail Buku
Pengaturan
Kembali ke Atas
Katalog Permen di Dalam Pelukannya
em andamento·Total 100 bab
Penanda Buku
Urutan Terbalik
Bab Satu: Mengajukan Pembatalan Pertunangan Secara Pribadi, Keberanian yang Luar Biasa
Bab Dua Tuan Ketiga Keluarga Jin, Hilang Wibawa
Bab Tiga: Sensasi Terlarang, Ternyata Cukup Menyenangkan
Bab Empat: Jalan Terjal dan Panjang, Tak Boleh Dijalani dengan Setengah Hati
Bab Lima: Bukan Orang Baik, Membela Jin Xi
Bab Enam: Mengantarkan Sendiri, Ada Niat Tersembunyi?
Bab Tujuh: Tidak Bisa Memaksa, Apakah Begitu Takut Padanya?
Bab delapan: Ingin menyuruhnya mundur, tampaknya itu belum cukup
Bab Sembilan: Setiap Gerakan Mencolok, Tak Sehebat Setengahnya
Bab Sepuluh: Bidadari Turun ke Dunia, Dua Pelindung Mengawal
Bab 11: Apa yang Perlu Ditakutkan, Kebencian Mendalam Padanya
Bab Dua Belas: Orang-orang Milik Jin San, Tak Boleh Diremehkan
Bab 13: Dengan Perlindungannya, Siapa Berani Menyakitinya
Bab Empat Belas: Hati Setinggi Langit, Nasib Setipis Kertas
Bab Lima Belas: Tidak Bisa Mengalahkannya, Benar-benar Tidak Tahu Malu
Bab Enam Belas: Memanfaatkan Kesempatan, Membalas Dendam
Bab Tujuh Belas: Tak Ada Lagi Perlindungan, Tak Lagi Memaksa
Bab Delapan Belas: Sedikit Merajuk, Sangat Menyenangkan
Bab Sembilan Belas: Kegembiraan yang Meluap, Luka yang Tertinggal
Bab Dua Puluh: Nada Bicara yang Begitu Asam, Sampai Membuat Gigi Bergetar
Bab Dua Puluh Satu: Tidak Menolak, Tidak Memiliki Hak
Bab Dua Puluh Dua: Sungguh Lucu, Dia Datang Bekerja
Bab Dua Puluh Tiga: Panggil Dia Kakak Senior, Pasien di Utamakan
Bab Dua Puluh Empat: Menjemputnya Pulang Kerja, Mengutarakan Perasaan Secara Langsung
Bab Dua Puluh Lima: Menggemaskan dan Begitu Menggoda, Ingin Dipeluk dan Disentuh
Bab Dua Puluh Enam: Membuatnya Sedih, Sangat Ingin Memeluknya
Bab Dua Puluh Tujuh: Ikut Berkencan, Jadi Pengganggu
Bab Dua Puluh Delapan: Terlalu Konservatif, Gunakan Sedikit Cara
Bab Dua Puluh Sembilan: Ganti Rugi untuknya, Manfaatkan Dia
Bab Tiga Puluh: Hasrat yang Berkembang, Menyebar Laksana Api
Bab Tiga Puluh Satu: Sakit yang Terlalu Parah, Tak Sanggup Menanggung
Bab 32: Kekaguman Luar Biasa, Tidak Mudah Diperdaya
Bab Tiga Puluh Tiga: Hanya Sebuah Kebetulan, Semua Sudah Dikirim Keluar
Bab Tiga Puluh Empat: Pengakuan di Dinding Bunga, Hasrat yang Membara
Bab Tiga Puluh Lima: Di Mana Harga Diri, Masih Layakkah Bertahan?
Bab tiga puluh enam: Tidak tahu diri, sombong dan angkuh
Bab 37: Terlalu Banyak Tidur, Pikiran Pun Menguap
Bab Tiga Puluh Delapan: Takut pada Kakaknya, Penyakit yang Sudah Memburuk
Bab Tiga Puluh Sembilan: Dua Puluh Dua Tahun, Segala Harapan Terkabul
Bab Empat Puluh: Sedikit Merindukannya, Dia Cemburu Berat
Bab Empat Puluh Satu: Paman Guru Pingsan, Sandaran Kepercayaan
Bab Empat Puluh Dua: Situasi Memburuk, Bertahan di Klinik Pengobatan
Bab Empat Puluh Tiga: Meracik Ramuan, Ia Sedang Dikejar Waktu
Bab Empat Puluh Empat: Tertimpa Longsor, Apakah Itu Song Jiang?
Bab Empat Puluh Lima: Cukup Memanjakan, Itu Bagus
Bab Empat Puluh Enam: Kematian Huangqin, Menuntut Keadilan
Bab Empat Puluh Tujuh: Wajah Serupa, Bukan Perawan Suci
Bab Empat Puluh Delapan: Begitu Ketakutan, Diam-diam Menyembunyikan Diri
Bab Empat Puluh Sembilan: Jangan Marah Lagi, Menyalahkan Bukanlah Solusi
Bab Lima Puluh: Cukup Berani, Tapi Tak Layak Dipandang
Bab Lima Puluh Satu: Gugur dan Meninggal, Sebuah Kejadian yang Sulit Dipercaya
Bab Lima Puluh Dua: Bahaya Nyawa, Atasi Sendiri
Bab 53: Masuk Daftar Pencarian Populer, Tidak Berperikemanusiaan
Bab Lima Puluh Empat: Pria dan Wanita yang Sendirian, Rencana yang Telah Lama Disusun
Bab Lima Puluh Lima: Bergegas Kembali ke Ibu Kota, Bicara Nanti Setelah Tiba
Bab Lima Puluh Enam: Sulit Dihadapi, Harus Mengandalkan Pria
Bab Lima Puluh Tujuh: Tidak Tertarik, Berani-beraninya Engkau
Bab Lima Puluh Delapan: Bertanya Sambil Tahu Jawabannya, Kakak Bersahabat, Adik Hormat
Bab Lima Puluh Sembilan: Menyentuh Uangnya, Sama Saja Mengiris Dagingnya
Bab Empat Puluh Enam: Mendapat Keberuntungan di Meja Makan, Tak Bisa Menyembunyikan Penyesalan
Bab Empat Puluh Enam: Niat Licik, Patut Dihukum
Bab Enam Puluh Dua: Seumur Hidup Tanpa Cemas, Polisi Datang
Bab 63: Sungguh Keterlaluan, Benar-benar Kurang Ajar
Bab Empat Puluh Enam: Ganti Orang Duduk, Membuatmu Ketakutan
Bab 65: Berkhayal Terlalu Indah, Ingin Ikut Menanam Saham
Bab 66: Panggil Kakak Saja, Pengkhianatan Tercapai
Bab 67: Dengan Perlindungannya, Siapa Pun yang Menyakiti Dia Akan Binasa
Bab 68: Menambah Luka pada yang Sudah Terjatuh, Sepenuhnya Masuk Akal
Bab 69: Amarah Membara, Pikiran Mendadak Buntu
Bab Tujuh Puluh: Soal Hukuman, Serahkan pada Paman Ketiga
Bab Ketujuh Puluh Satu: Tersentuh Lagi, Karena Dia Adalah Orang Tua
Bab Tujuh Puluh Dua: Dia Adalah Iblis, Menyesal Hingga Menangis
Babak Ketujuh Puluh Tiga: Yang Mengerti Pasti Tahu, Memang Sudah Sepantasnya Mendapatkannya
Bab Tujuh Puluh Empat: Genggam Erat, Sepasang Kekasih Malang
Bab Ke-75: Tempat Para Pecinta, Menantu Pilihan Xu Nian
Bab Tujuh Puluh Enam: Wajahnya Pucat, Memberinya Dukungan
Bab Tujuh Puluh Tujuh: Terluka oleh Tusukan, Bagaimana Mengakhiri Segalanya
Bab Tujuh Puluh Delapan: Tanggung Jawab Berat, Enggan Berbicara Panjang Lebar
Bab Tujuh Puluh Sembilan: Lelah Tak Terkira, Akan Ada Keributan
Bab Delapan Puluh: Ekspresi Berbeda, Jin Xi Menentukan Segalanya
Bab Delapan Puluh Satu: Usia Masih Muda, Imajinasi Liar
Bab Delapan Puluh Dua: Memanfaatkan Tangan Orang Lain, Menunggu di Balik Bayang
Bab Delapan Puluh Tiga: Menggaruk di Atas Sepatu, Semakin Serakah
Bab Delapan Puluh Empat: Bagaimana Menjaga Diri, Menangkap Kelemahannya
×
Pengaturan Membaca
Tema Membaca
白天
夜间
粉红
淡绿
淡黄
Jenis Huruf Teks
宋体
微软雅黑
黑体
楷体
Ukuran Huruf
A-
16
A+
Lebar Halaman
Sempit
Sedang
Lebar
翻页模式
点击
滚动
×