Bab Empat Belas: Pernikahan yang Diberikan Lagi?!
Shen Yunyou mendengar ucapan Kaisar, hanya bisa memberanikan diri untuk berbicara. Dalam benaknya, ia berpikir cepat, mencari cara agar tak membuat sang Kaisar yang berkuasa atas segalanya itu murka. Dengan menundukkan kepala, ia berkata lirih, “Hamba hari ini datang menghadap Paduka, berharap Paduka berkenan menarik kembali titahnya dan membatalkan pertunangan antara Pangeran Rui dan hamba.”
Setelah mengucapkan kata-kata itu sebagai percobaan, Shen Yunyou melihat sang Kaisar tak menunjukkan reaksi apa pun, maka ia pun melanjutkan, “Hamba sadar diri tak sepadan dengan Pangeran, dan hati Pangeran pun belum tentu ada pada hamba. Mohon Paduka berkenan merestui.”
“Yunyou.” Tiba-tiba Sitou Yiyun memanggil nama Shen Yunyou, membuat tubuh Shen Yunyou bergetar. “Apa kau pernah mendengar ungkapan ‘seorang raja tak menarik ucapannya’?”
“Pernah.” Shen Yunyou mengangkat kepalanya, bertatapan langsung dengan Sitou Yiyun, sesuatu yang di luar dugaan sang Kaisar. “Namun menurut hamba, Paduka sebagai pemimpin negeri, mencurahkan cinta kasih untuk rakyat, bekerja keras siang malam demi kebahagiaan mereka. Jika demikian, kebahagiaan putra sendiri tentu juga menjadi perhatian. Paduka pasti menginginkan yang terbaik untuk Pangeran Rui, dan hamba sangat memahami perasaan seorang ayah. Namun jika Pangeran harus bersama hamba, ia tidak akan bahagia. Oleh karena itu... hamba mohon Paduka mempertimbangkan kembali.”
Sitou Yiyun menatap Shen Yunyou dengan dahi berkerut. Mendengar ucapan Shen Yunyou, ia mengubah posisinya sedikit, lalu bertanya, “Berani-beraninya kau berkata demikian pada beta, apa kau tak takut beta memenggal kepalamu?”
“Takut. Namun ada beberapa hal yang hamba harus sampaikan pada Paduka,” Shen Yunyou menggigit bibir bawahnya, tampak tegas menatap Sitou Yiyun, lalu melirik Sitou Rui yang ada di sampingnya dengan wajah canggung. Hal ini pun segera dipahami oleh Sitou Yiyun.
Dengan tersenyum tipis, Sitou Yiyun melambaikan tangan pada Sitou Rui, “Rui, kau tunggu di luar.”
“Ayahanda...” Sitou Rui ingin berkata sesuatu, namun tatapan Sitou Yiyun membuatnya urung. Ia menatap tajam Shen Yunyou, lalu dengan gelisah keluar dari ruangan dan mondar-mandir di depan pintu.
Kepergian Sitou Rui membuat Shen Yunyou sedikit lega. Dari sudut matanya, ia melirik pria yang sejak tadi berlutut di lantai, dan karena Kaisar tidak menyuruhnya keluar, ia mengira pria itu adalah orang kepercayaan Kaisar, jadi ia tak terlalu memperhatikan. Shen Yunyou pun langsung berkata, “Paduka, hamba sangat mengerti apa yang menjadi kekhawatiran Paduka. Namun yang ingin hamba sampaikan, sesuatu yang digenggam terlalu erat justru akan cepat menghilang. Perihal Pangeran dan Nona Chu, tentu menjadi ganjalan di hati Paduka. Namun, jika Nona Chu sanggup membius hati Pangeran sampai sebegitunya, itu berarti dia bukan perempuan biasa. Paduka bisa saja memerintahkan untuk membunuhnya, agar Pangeran tak bisa lagi bertemu dengannya. Tapi di seluruh negeri, ada begitu banyak perempuan. Bagaimana Paduka bisa yakin tak akan muncul Chu Yu yang kedua, bahkan ketiga? Mohon maaf jika hamba lancang, menurut hamba, masalah ini bukan hanya soal Nona Chu, tapi terutama pada pribadi Pangeran. Kita harus membuat Pangeran mengerti maksud sebenarnya Nona Chu mendekatinya, serta seperti apa perasaannya. Dan satu lagi, pentingnya kesepadanan keluarga agar tak mempermalukan keluarga kerajaan.”
Ucapan Shen Yunyou membuat suasana di dalam ruangan berubah hening mencekam. Setelah beberapa saat, barulah Sitou Yiyun bereaksi lagi. “Jadi, apa saran yang ingin kau berikan pada beta?”
“Batalkan pertunangan antara Pangeran dan hamba. Sejujurnya, Pangeran sudah memberikan surat cerai pada keluarga hamba di hari pernikahan kami. Sikap Pangeran pada hamba sudah sangat jelas, jika hamba benar-benar menikah dan tinggal di kediaman Pangeran Rui, itu hanya akan membuat Pangeran semakin membenci hamba dan semakin menyukai Nona Chu. Sampai di titik ini, sebaiknya Paduka membatalkan saja pernikahan ini, lalu membiarkan Pangeran bergaul dengan Nona Chu. Hamba berani menjamin, paling lama dalam setahun, Pangeran pasti akan benar-benar melupakan Nona Chu.”
“Dengan apa kau berani menjamin pada beta?”
“Dengan kepala hamba sendiri,” jawab Shen Yunyou penuh keyakinan, membuat sorot mata Sitou Yiyun berubah, dan pria berlutut itu pun bergerak.
Sitou Yiyun mempertimbangkan serius sejenak, lalu menatap Shen Yunyou lebih lama. Dengan pengalamannya, Sitou Yiyun tahu ia tak boleh mudah percaya pada gadis muda ini. Namun entah kenapa, kini ia justru merasa ingin mempercayainya. Mungkin karena sikapnya yang begitu yakin? Satu tahun bukan waktu yang lama. Jika benar bisa membuat Rui melupakan perempuan itu, itu akan menjadi hal baik...
Tatapan Sitou Yiyun perlahan beralih dari Shen Yunyou ke pria yang berlutut di sebelahnya. Sorot matanya berubah tajam, ia mendengus dingin dan berkata, “Dasar tak berguna, berdirilah!”
Pria itu mendengar perintah dan segera berdiri. Namun karena terlalu lama berlutut, kakinya terasa kaku dan tubuhnya hampir terhuyung saat berusaha tegak.
Shen Yunyou sempat sekilas melirik wajah samping pria itu, namun perhatiannya langsung teralih pada perkataan Sitou Yiyun berikutnya.
“Baiklah, kali ini beta akan mengikuti saranmu. Dalam waktu satu tahun, kau harus membuat Rui benar-benar menjauhi perempuan bernama Chu Yu itu, dan memilih seorang gadis terhormat untuk beta jodohkan dengannya. Jika gagal, nyawamu taruhannya!”
“Hamba patuh pada titah Paduka.” Shen Yunyou menunduk, matanya mulai memancarkan kesedihan. Hanya satu tahun... sungguh, hati Kaisar ini memang tak pernah puas!
Shen Yunyou sedang menggerutu dalam hati, mengeluhkan Sitou Yiyun, mengira urusan ini sudah selesai. Namun, tak disangka Kaisar kembali membuka suara.
“Karena pertunanganmu dengan Rui sudah dibatalkan, bagaimana kalau beta menjodohkanmu lagi? Bagaimana menurutmu tentang lelaki tak berguna di sampingmu ini?”