Kembali ke tahun 1979... — Lima juta kata, novel klasik dengan puluhan ribu langganan, "Kebangkitan di Era Kejayaan"
“Tit... tit... tit... Tit~~~ Suara terakhir barusan menandakan pukul tujuh tepat waktu Beijing, sekarang adalah waktu untuk program ‘Berita dan Ringkasan Surat Kabar’...”
“Pendengar yang budiman, selamat pagi. Hari ini tanggal 18 Februari 1979, hari Minggu, tanggal dua puluh dua bulan pertama menurut kalender Imlek...”
Kelopak mataku terasa berat seakan diisi timah, sekuat apa pun berusaha tetap tak bisa terbuka. Kepalaku pusing dan terasa seperti melayang, seolah-olah sedang bermimpi, samar-samar terdengar suara radio transistor model lama.
Di sela-sela suara radio itu, terdengar pula suara seorang wanita memanggil dengan cemas, “Weidong~ Weidong?”
“Wei apa Dong? Kenapa kepalaku sakit sekali?”
Baru saja pikiran ini melintas, mendadak gelombang ingatan asing dan kacau menyerbu masuk ke otak.
Setelah kebingungan sebentar, akhirnya aku sadar, ternyata aku telah menyeberang waktu!
Sudah paruh baya, tak disangka setelah terbangun, aku kembali ke Beijing lebih dari empat puluh tahun yang lalu.
Namaku sekarang Ning Weidong, lahir tahun 1958, usia dua puluh satu tahun, tinggal di dekat Fuchengmen, Beijing.
Waktu SMP sempat ikut-ikutan ribut, tahun 1973 dikirim ke pedesaan di Provinsi Liao, tinggal di sana lebih dari empat tahun.
Sampai dua tahun lalu, dapat kesempatan kerja dan kembali ke kota, ditempatkan di bagian keamanan Pabrik Baja Bintang Merah sebagai penjaga gerbang, gaji tujuh belas yuan lima puluh sen per bulan...
Dalam hitungan detik, otakku bekerja cepat, menyerap ingatan baru ini.
Entah hanya p