【Era 70-an】+【Pernikahan Militer】+【Mengikuti Suami ke Barat Laut】+【Mengasuh Anak】+【Menikah Dulu, Cinta Kemudian】+【Putri Kandung dan Putri Palsu】 An Yan membuka mata dan mendapati dirinya menjadi seorang putri palsu dari keluarga kaya raya. Putri kandung sejati, Xia Cuicui, yang telah terlahir kembali, datang menuntut haknya, dan An Yan langsung dikirim sebagai pengganti pengantin ke barat laut yang jauh. Tak hanya itu, ia juga harus merawat tiga anak. Xia Cuicui, yang hidup kembali di dunia ini, berhasil merebut kembali kehidupannya dan akhirnya menikah dengan keluarga konglomerat seperti yang diidamkannya... Namun, kenyataan yang ia temui justru membuatnya sengsara. Sang suami kaya ternyata memiliki anak di luar nikah, persaingan dalam keluarga begitu sengit, perebutan harta warisan berlangsung terbuka maupun diam-diam. Meski begitu, ia tak menyesal, sebab menurutnya, tempat di mana An Yan kini berada adalah neraka. Siapa sangka, putri palsu An Yan yang menikah ke barat laut justru berhasil menjadi istri seorang tentara. Di usianya yang baru sembilan belas tahun, An Yan yang ceria dan periang, bertemu dengan pria tiga puluh tahun yang dingin wajahnya namun lembut hatinya, menimbulkan percikan asmara yang tak terduga. Di suatu masa mendatang, ketika mereka kembali bertemu, pria yang dulu dikenal dingin dan tak berperasaan itu muncul di hadapan Xia Cuicui dengan senyum di wajahnya, menggenggam erat tangan An Yan. “Laki-laki jahat, bukankah dulu kau yang bilang tak mau punya anak?”
安 Yan baru saja sadar, kepalanya pusing dan berat, belum sempat memahami apa yang sebenarnya terjadi, ia sudah mendengar suara gaduh, barang-barang dilempar dan dihancurkan, serta tangisan seorang perempuan dari lantai bawah.
“Aku beritahu kau, An Jie, putri kandung kita baru saja ditemukan. Aku tidak peduli apakah dia harus menikah dengan seorang komandan batalion atau bukan, itu di pegunungan Barat Laut!”
Dengan langkah tertatih, An Yan membuka pintu dan mengintip keluar. Ia melihat sepasang suami istri paruh baya, sekitar usia empat puluhan; sang pria berdiri di dekat jendela, merokok dengan alis yang mengerut, sementara sang wanita duduk di sofa, tak henti-hentinya terisak.
Siapa mereka?
Bukankah ia sudah mati?
Memikirkan itu, seakan ada sesuatu yang meledak dalam benaknya.
Ia telah menyeberang ke dunia lain—dan kini berada di tahun 70-an, masa yang serba kekurangan.
Kabar baiknya, ia terlahir di keluarga yang relatif berada. Namun, seiring ingatannya perlahan kembali, ia menemukan kenyataan pahit: identitasnya sebagai putri keluarga An hanyalah sandiwara.
Tujuh hari yang lalu, sang putri kandung sejati muncul dan mengacaukan seluruh hidupnya.
Seharusnya, dua bulan lagi adalah hari ulang tahun tokoh asli tubuh ini, sekaligus hari pertunangannya; sebentar lagi ia akan menikah dengan orang kaya, menjadi nyonya keluarga terpandang. Namun, kemunculan putri kandung yang tiba-tiba itu langsung menyingkirkannya.
Pemilik tubuh ini sebelumnya marah hingga setengah mati, membenci putri kandung itu seolah ingin menela