Bab Empat: Dunia Bawah yang Penuh Teknologi
“Gaya apartemen dua lantai seperti semasa hidup! Peralatannya juga lengkap, wah, ada kulkas, eh... bahkan ada makanan! Padahal di sini tak ada listrik! Kenapa kulkasnya tetap dingin dan makanannya sama persis seperti sebelum aku meninggal?”
“Keberuntunganmu memang luar biasa, Tuan. Tak heran aku bisa langsung menemukanmu di antara sekian banyak arwah!”
“Jangan bicara yang aneh-aneh, sekarang kau makin cerewet saja, Si... Kecil... Pengusir Duka,” ujar Zhu Qiu sambil merebahkan diri di atas ranjang. Si kanguru kecil pun segera melompat ke dadanya!
“Hi hi hi! Soal kulkas aku juga tidak tahu, tapi makanan-makanan itu dibeli oleh petugas dunia arwah di dunia manusia! Dunia bawah ini sangat luas, tempat kita sekarang masih di bawah kendali Istana Kematian. Di sini, kami hanya menyebutnya Istana Kematian, tidak lagi dunia arwah!”
“Jadi, sebenarnya arwah memang ada di dunia manusia, begitu?”
“Tentu saja. Setelah manusia meninggal, biasanya mereka masih tinggal di dunia manusia selama tujuh hari. Setelah itu, mereka wajib melapor ke Istana Kematian. Petugas arwah yang bertugas di dunia manusia juga hanya boleh berada di sana dalam waktu terbatas!”
“Kalau begitu, makanan yang dibeli petugas itu, bagaimana bisa dibawa ke Istana Kematian dan berubah jadi makanan yang bisa dimakan arwah?”
“Itu aku tidak tahu. Konon Raja Kematian punya caranya. Lagi pula, untuk arwah seperti Tuan, rumah yang diberikan biasanya hanya sebuah kamar dengan satu ranjang. Jadi Tuan memang sangat beruntung mendapat satu apartemen penuh!” Si kanguru kecil mengedipkan mata nakal ke arah Zhu Qiu.
“Lalu, kalau yang tidak mendapatkan rumah, mereka tinggal di mana? Kenapa sampai sekarang aku tak melihat satu pun bangunan?”
“Oh! Tuan kan belum masuk ke Kota Istana Kematian!”
“Kota Istana Kematian? Lalu sekarang aku sedang di mana?”
“Di tengah alam liar! Kota Istana Kematian itu sebenarnya mirip seperti kota manusia. Bedanya, di sana tidak ada manusia, semuanya arwah, tidak ada kendaraan, sisanya sama saja.”
“Fasilitas hiburan dan rekreasi juga ada?”
“Ada!”
“Restoran, warnet?”
“Ada, tentu saja!”
“Bioskop, diskotek?”
“Ada juga!”
“Wah, canggih sekali!”
“Itu karena Tuan memandang Istana Kematian terlalu remeh!”
“Lalu, apa perlu uang arwah?”
“Iya, dan arwah yang tinggal di sini harus menyewa tempat tinggal. Setiap tahun mereka juga harus membayar nilai kejujuran kepada Raja Kematian. Kalau nilainya kurang, mereka akan dipaksa untuk reinkarnasi secara acak!”
...........
Si kanguru kecil terdiam, ternyata Tuan-nya sudah tertidur!
Zhu Qiu sendiri tidak tahu sudah tidur berapa lama. Ia hanya tahu ia terbangun karena lapar, lalu makan sedikit, kemudian menyalakan televisi untuk menonton anime.
“Tuan sedang menonton Bajak Laut Topi Jerami ya?”
“Hah, kau tahu juga?”
“Tuan, semua ingatanmu aku tahu, bahkan yang sudah kau lupakan pun aku tahu!” Si kanguru kecil menatap Zhu Qiu dengan bangga.
“Ingatan yang sudah kulupakan? Maksudmu?”
“Aku tak tahu apa yang telah Tuan lupakan, tapi aku tahu pasti ada ingatan yang Tuan lupakan!”
“Bagaimana kau tahu?”
“Karena dulu Tuan adalah manusia, kapasitas otak dan ingatanmu terbatas. Semua hal yang kau lihat akan terekam sebagai bayangan di ruang penyimpanan otakmu. Tapi, kalau sesuatu itu tak kau perhatikan, biasanya kau takkan tahu apakah ada hal lain di luar yang ingin kau lihat.”
“Sepertinya masuk akal juga,” baru saja ia berkata begitu, tahu-tahu ia sudah berdiri lagi di tempat yang suram dan tak berujung.
“Tuan, berjalanlah ke arah sana. Dua hari perjalanan dari sini, Tuan akan sampai ke Kota Istana Kematian,” Si kanguru kecil menunjuk dengan cakarnya ke satu arah.
Maka, Zhu Qiu pun memeluk si kanguru kecil dan berjalan perlahan ke depan, melawan angin kencang yang menderu, bahkan suara siulan mengerikan terdengar di telinganya.
Tak tahu sudah berjalan berapa lama.
“Tuan, sebentar lagi jam Babi! Bersiaplah, kita akan buka toko dan mulai berdagang~!!”