Bab Sembilan: Bermain Game Bersama
Ketika Zhua Qiu dibawa keluar, waktu sudah mendekati dini hari. Di jalan masih ada beberapa kelompok arwah yang berkeliaran. Tempat ini tidak benar-benar seperti dunia manusia; di sini tak ada lampu merah yang menyala, tak ada hiruk-pikuk pedagang kaki lima, juga tak ada suara hewan atau kendaraan. Suara yang terdengar hanya percakapan para arwah.
Entah mengapa, Zhua Qiu tiba-tiba merasakan kedinginan yang menusuk. Sebelumnya, ketika di pinggiran kota, ia tak terlalu peduli dengan waktu karena jarang bertemu arwah, sehingga rasa takut pun tak muncul. Namun, begitu masuk ke kota, ia bisa bertemu arwah kapan pun dan di mana pun, membuatnya merasa takut dan tidak nyaman. Meskipun seluruh bangunan di kota ini berwarna abu-abu gelap dan tidak ada warna lain, di dalam rumah masih ada cahaya lampu yang menyala. Tempat ini tak mengenal matahari, bulan, bintang, ataupun pergantian musim. Satu-satunya yang bergerak hanyalah debu dan pasir yang tertiup angin di udara kelabu ini.
"Jangan takut, Tuan. Ini adalah Kota Neraka Istana Pertama, di bawah kekuasaan Raja Guang Qin. Tak ada yang berani membuat masalah di sini," kata kanguru kecil sambil mengusap dagu Zhua Qiu, mencoba menenangkan.
"Raja Guang Qin? Berarti ada Raja Jiang Chu dan Raja Zhuan Lun juga?"
"Benar. Raja Jiang Chu bertanggung jawab atas Kota Neraka Istana Kedua, Raja Zhuan Lun atas Kota Neraka Istana Kesepuluh. Di bawah kediaman Raja Yama, ada sepuluh istana yang membagi wilayah kekuasaan Neraka, masing-masing dibantu oleh empat hakim utama," kanguru kecil menjelaskan singkat kepada Zhua Qiu.
"Ketemu! Warnet!" Melihat warnet, Zhua Qiu merasa sedikit bersemangat.
Setelah masuk, ia berjalan ke meja resepsionis, di mana seorang arwah muda meminta identitas. Zhua Qiu sempat bingung, tapi kanguru kecil segera mengingatkan bahwa tanda di tangannya adalah identitasnya, sambil mengambil uang dari kantong di perutnya dan meletakkannya di tangan Zhua Qiu.
Saat Zhua Qiu berbalik, sebuah suara memanggil namanya.
"Zhua Qiu... benar?" Arwah lelaki itu menatap ragu pada arwah perempuan di depannya, mengungkapkan keraguan di hatinya.
Zhua Qiu menoleh dan mendapati bahwa itu adalah seorang pelanggan dari kedai minuman, sekaligus pria yang pernah membuat hatinya bergetar, Shan You.
Zhua Qiu tidak menjawab, hanya memilih tempat duduk di sebelah komputer yang tidak terlalu ramai arwah, dan Shan You pun mengikuti, duduk di sampingnya. Zhua Qiu bisa merasakan tatapan Shan You yang terus tertuju padanya.
"Kenapa belum reinkarnasi?" tanya Zhua Qiu sambil mendaftar akun.
Mendengar Zhua Qiu akhirnya bicara padanya, Shan You sangat senang.
"Tempat ini membuatku penasaran. Semasa hidup, aku tak percaya ada Neraka, apalagi tahu tempat seperti ini benar-benar ada. Selain itu, aku punya waktu satu tahun di sini, jadi tidak perlu buru-buru."
"Mau main New Sword Hero bareng? Game itu sedang sangat populer!" kata Zhua Qiu sambil menunjukkan layar komputernya.
Shan You melihat layar komputer Zhua Qiu dan merasa tertarik. Semasa hidup ia belum pernah bermain game, jadi mencoba setelah mati terasa menyenangkan.
"Baiklah! Tunggu sebentar, aku daftar dulu," katanya sambil membuka tampilan game dan mendaftar akun. Mereka saling menambahkan sebagai teman, membentuk tim, dan menikmati kebebasan di dunia game. Bahkan, kanguru kecil pun pergi diam-diam, tanpa disadari oleh Zhua Qiu.
Pukul enam pagi, akun mereka sudah mencapai level enam. Zhua Qiu meregangkan tubuh, secara refleks ingin mengelus kanguru kecil di pahanya, tapi mendapati tempat itu kosong. Dengan panik, ia berdiri dan mencari.
"Ada apa? Kehilangan sesuatu?" Shan You langsung ikut panik. Zhua Qiu segera membangun kontak dengan kanguru kecil, namun mendapati bahwa ia sedang tertidur. Saat cemas, Shan You memeluk kanguru kecil dan menyerahkannya kepada Zhua Qiu.
"Kamu mencari ini, kan?" Shan You tersenyum sambil menyerahkan kanguru kecil pada Zhua Qiu.
Zhua Qiu menerima kanguru kecil dan langsung membangunkannya.
"Xiao Wangyou, kenapa kamu tidak tidur di pahaku? Jangan berkeliaran lagi ya! Tadi aku sangat panik!"
"Maaf! Aku keluar sebentar ke toilet, lalu kembali dan tanpa sadar naik ke kursi lain dan tertidur. Aku janji tidak akan terulang lagi," kanguru kecil merajuk pada Zhua Qiu, meski hatinya gelisah. Ia berbohong, sebenarnya ia pergi menemui Raja Guang Qin dan menghabiskan waktu di sana. Begitu kembali, ia mendapati Zhua Qiu sudah keluar dari game, sehingga ia buru-buru memilih kursi dan berpura-pura tidur.
"Sudah lewat jam enam, ayo sarapan bersama," ajak Shan You dengan tulus.
"Tidak, aku punya makanan di rumah. Hari ini terlalu melelahkan, aku ingin pulang dan istirahat lebih awal," ucap Zhua Qiu sambil keluar dari warnet, melihat ke arah rumahnya dan berjalan ke sana.
Shan You menatap punggungnya yang semakin menjauh dengan tatapan redup.
"Sudahlah, jangan terus menatap. Dia bukan seseorang yang bisa kamu dekati. Cepatlah menyerah," suara lain menegur.
Shan You tetap menatap ke arah Zhua Qiu menghilang, lalu mengangguk pelan dengan linglung.