Bab Kedua: Kanguru Kecil

Mendirikan Kedai Minuman di Dunia Bawah Tuan Bintang Debu 1309kata 2026-02-07 15:56:52

“Tuan baru! Tuan baru! Aku ada di kakimu, cepatlah lihat ke bawah!” Suara imut seperti anak kecil terdengar di benak Zhu Qiu. Ia terkejut, lalu menundukkan kepala dan benar saja, ia melihat seekor kanguru mungil sebesar telapak tangan di kakinya!

“Tuan baru! Anginnya kencang di sini, bisakah kau menggendongku?” Kanguru kecil itu menatap Zhu Qiu dengan mata polos dan kepala miring.

“Waduh! Imut sekali, hati kecilku langsung meleleh,” ucap Zhu Qiu sambil mengangkat kanguru kecil itu ke pelukannya.

“Tuan baru! Kau tak perlu mengeluarkan suara, cukup pikirkan saja dalam hati. Orang lain tak bisa melihatku. Kalau kau bicara sendiri begitu, mereka akan mengira kau hantu yang gila!” Kanguru kecil itu menggesekkan kepalanya ke pipi Zhu Qiu sambil berkata manja.

Zhu Qiu melirik sekeliling, dan benar saja, dua hantu terdekat menatapnya seolah ia orang gila.

Zhu Qiu memeluk kanguru kecil itu dan berjalan pergi tanpa tujuan, hanya mengikuti langkah kakinya.

“Kanguru kecil, apa kau punya nama?”

“Tuan baru, namaku Wang You!”

“Kau adalah perwujudan dari Kedai Anggur Wang You itu?”

“Benar sekali, Tuan baru!”

“Tapi bagaimana bisa seekor kanguru menjadi perwujudan sebuah kedai anggur?”

“Tuan, aku sebenarnya bukan kanguru. Bentukku ini berubah sesuai dengan bayangan tuan dalam pikirannya.”

“Oh, begitu! Lalu sebelumnya kau berubah jadi apa?”

“Karena tuan sebelumnya sudah tua, jadi aku berubah jadi tongkat.”

“Lalu wujud aslimu dulu apa?”

“Hm... Sudah terlalu lama, aku lupa, Tuan. Aku benar-benar lupa,” jawab kanguru kecil itu dengan nada sedih.

“Tak apa, tak usah dipikirkan!” Zhu Qiu mencoba menghibur.

Saat asyik mengobrol dengan kanguru kecil, tiba-tiba ia melihat sebuah tanda di depan yang sama persis dengan yang muncul di tangannya.

“Tuan, di depan itu tempat tinggalmu, kau bisa masuk dan beristirahat di sana!”

“Bagaimana kau tahu?”

“Di sini, selama ada tanda pemberian Raja Neraka, setiap kali kau lelah akan muncul sebuah rumah. Setelah kau istirahat, rumah itu akan lenyap. Selain itu, ada keuntungan lain, tak ada yang berani mengganggumu!”

“Benarkah? Di sini hantu juga suka mengganggu hantu lain?”

“Tentu saja! Hantu juga dulunya manusia. Kalau dulunya punya dendam, lalu bertemu lagi di sini, bisa saja mereka saling serang. Memang hantu di sini tak bisa mati lagi, tapi bisa dipukuli sampai lemah. Saat lemah, tubuh hantu itu benar-benar hidup segan mati tak mau!”

“Wah! Kejam juga! Bukankah jadi kacau?”

“Tidak kok! Kalau ketahuan, mereka akan dikirim ke neraka tingkat tujuh belas!”

“Kenapa bukan tingkat delapan belas?” Zhu Qiu bertanya polos.

“Tuan baru, kau ini seperti anak kecil yang selalu bertanya. Tapi meski kau tanya terus, aku tetap senang menjawabnya, kok,” ujar kanguru kecil itu sambil menggesekkan kepala ke pipi Zhu Qiu.

“Neraka tingkat delapan belas itu untuk menghukum mereka yang berbuat dosa besar semasa hidup. Tingkat tujuh belas untuk mereka yang dosanya lebih ringan atau yang berbuat salah di sini.”

“Oh, begitu! Kalau di atas tingkat berapa yang sudah tidak untuk menghukum?”

“Mulai tingkat lima belas ke atas sudah bukan untuk menghukum. Sekarang kita ada di tingkat satu, sama seperti di dunia bawah. Kalau kau mau, aku bisa menuntunmu ke tingkat lain!”

“Wah, Wang You hebat sekali! Kebetulan aku memang tertarik dengan alam baka ini.”

“Tuan baru! Sudah hampir jam babi, kita harus mulai buka kedai!”

“Eh, secepat itu?”

“Benar, Tuan! Pemilihan tuan baru kedai selalu dilakukan tiga jam sebelum kedai mulai buka!”

“Jadi kau yang memilihku?”

“Betul, Tuan baru! Tuan sebelumnya akan menjalani reinkarnasi, jadi aku harus memilih tuan baru.”

“Oh, jadi begitu!”

“Benar, Tuan baru! Bersiaplah, kedai akan segera buka...!” Begitu suara kanguru kecil itu selesai, pandangan Zhu Qiu berputar dan tahu-tahu ia sudah berdiri di balik meja bar.