Sepenuh hati ingin lenyap tanpa jejak, namun sayangnya semasa hidup tak pernah berbuat jahat, hingga akhirnya, tanpa pilihan lain, Zhu Qiu tetap tinggal di Alam Baka! Saat berkelana, ia terpaksa menerima warisan sebuah kedai minuman yang aneh! Sejak saat itu, segelas arak keruh dipersembahkan untuk masa muda! Satu kendi arak bening, dipersembahkan untuk masa senja!
Ketika hati mati, manusia pun binasa!
Ketika pertama kali tiba di Alam Bawah, mata penuh dengan rasa ingin tahu. Ia memandang ruang yang suram di hadapannya, bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu kelabu, pintu gerbang megah seperti benteng dengan dua karakter besar bertuliskan "Penghakiman". Di bawah tulisan itu, terukir wajah iblis batu dengan mata menyala merah.
Saat itu, pintu gerbang perlahan terbuka. Zhu Qiu, sedikit ragu, melangkah masuk. Ia melihat barisan panjang pria, wanita, tua dan muda, dan dengan sadar berdiri di akhir antrean. Sambil mengamati sekitar, ia menatap Raja Penghakiman yang duduk di depan orang banyak, mengenakan pakaian pejabat merah lengkap dengan topi kerajaan. Di tangan sang raja ada buku catatan dan pena, sibuk mencatat sesuatu. Setelah selesai, orang di depan menuju sungai hijau berkilauan, mendekati wanita di atas jembatan yang membawa mangkuk. Di samping jembatan berdiri batu besar dengan tulisan samar "Batu Tiga Kehidupan".
Saat ia masih melirik sekitar, seorang bocah lelaki di depan, terlihat masih muda, menoleh dan tersenyum padanya, "Kakak, bagaimana kamu meninggal?"
"Jatuh dari ayunan," jawabnya sambil tersenyum pada bocah lucu dengan riasan smokey.
"Ah! Ayunan macam apa yang bisa bikin orang mati? Kakak, kamu benar-benar sial," bocah itu memandangnya dengan takjub.
"Ayunan di tepi jurang," ia tetap tersenyum.
"Oh, itu memang bisa membuat orang mati. Aku meninggal karena kecelakaan mobil," bocah itu melanjutkan, "