Bab 052 Berubah Lagi
“Aku paling tidak tahan melihat bajingan mesum yang suka menindas perempuan, Tuan. Orang seperti itu tidak pantas punya alat kelamin!” Suara tanpa wujud dari roh pedang terdengar riuh di benak Zhang Yi.
Zhang Yi buru-buru menarik kembali jari tengahnya, pura-pura tak mendengar perkataan sang roh, lalu mendorong pendeta gemuk itu ke samping.
Tiba-tiba, sesuatu yang aneh terjadi...
Salah satu mata pendeta gemuk itu meluncur keluar dari rongganya dengan cara yang mengerikan, terbang ke udara dalam sekejap, lalu bola mata itu meledak. Sebuah wajah raksasa setinggi lebih dari tiga puluh meter pun muncul... persis seperti wajah Zhang Yi saat ini!
Apa-apaan ini? Zhang Yi terbelalak menatap wajah tampan dirinya sendiri yang terproyeksi di langit. Tak perlu layar film sudah bisa memproyeksikan gambar, sungguh canggih!
“Celaka! Itu jimat cermin milik Sekte Seribu Wajah!” Bai Feng akhirnya bersuara, tapi ucapannya membuat Zhang Yi mandi keringat dingin. “Jimat ini sangat mahal. Begitu digunakan, artinya sama saja dengan surat perintah penangkapan dari Sekte Seribu Wajah! Kau masih lemah dan tak punya latar belakang. Kalau orang sekte itu menemukanmu, bisa dipastikan kau akan mati!”
“Bukankah Sekte Seribu Wajah itu milik Dinasti Dasheng? Pendeta ini kan dari sekte Dinasti Wei. Bagaimana dia bisa punya jimat cermin yang hanya dimiliki murid inti? Lagi pula, tingkat kultivasinya pun tak cukup untuk jadi murid inti,” tanya Lin Biyu heran.
“Tak peduli bagaimana, wajahmu sekarang tak boleh dipakai lagi,” Bai Feng buru-buru mengingatkan Zhang Yi.
“Aduh! Padahal aku mau pakai wajah ini buat ikut ujian dan jadi sarjana. Lagi pula, jimat penyamaranku tinggal sekali lagi. Itu pun sengaja kusimpan untuk keadaan darurat, tapi dalam beberapa hari ini malah terpakai semua...”
“Sekarang sudah keadaan darurat. Sebaiknya kau gunakan saja,” suara Bai Feng makin mendesak.
Baiklah, tapi kali ini mau berubah jadi siapa?
Dua kali sebelumnya ia sudah jadi monyet kecil dan Zhang Guorong. Zhang Yi merasakan jimat penyamarannya, sementara kepalanya dipenuhi bayangan wajah-wajah yang familiar...
“Tuan?” Lin Biyu menatap Zhang Yi yang wajahnya perlahan berubah menjadi... Cheng Wangtian!
Zhang Yi membuka mata. Baru saja hendak bertanya pada Lin Biyu soal hasil penyamarannya kali ini, tahu-tahu seseorang jatuh dari langit.
Si Gila Pemabuk!
“Eh! Rupanya aku meremehkanmu. Ternyata kau sampai lebih dulu dari aku. Sepertinya kalian punya altar teleportasi, ya! Pendeta gemuk ini kalian yang bunuh?” Si Gila Pemabuk mengamati sekeliling, menatap Zhang Yi yang tergeletak di tanah, lalu melihat Lin Biyu yang menunduk menahan batuk, kemudian melirik Bai Feng yang juga terbaring. Ia mengeluarkan botol kosong dan menyerahkannya pada Zhang Yi. “Ini, kembalikan!”
Zhang Yi menebak pasti si Gila Pemabuk merampas arak Erguotou milik Cheng Wangtian setelah mereka bertiga meninggalkan tembok kota.
Kalau begitu, penyamarannya kali ini lumayan juga, bisa menipu si Gila Pemabuk.
“Maaf, urat nadiku dibekukan, harap maklum, Senior.”
“Hmm!” Si Gila Pemabuk membungkuk, meletakkan botol kosong di samping Zhang Yi, lalu menekan beberapa titik di kaki Zhang Yi. Ia juga mengeluarkan botol giok dan memberikannya pada Zhang Yi. “Ini hasil rampasanku dari pendeta itu tempo hari, pakailah. Anggap saja balasan atas informasi yang kau berikan. Oh ya, tadi aku lupa tanya... seperti apa pakaian Pangeran Muda Wei Selatan itu? Maksudku, pakaian yang dikenakan Zhang Yi beberapa hari terakhir.”
“...” Zhang Yi kehabisan kata, tak tahu harus jawab ap