Bab Empat Puluh Tiga: Jangan Sembarangan Menuduh!
"Yun You, aku akan kembali ke istana dulu. Kalau ada waktu, datanglah ke kediaman Perdana Menteri untuk bermain."
Setelah kembali sadar, Putri Liuyun memaksakan diri tersenyum pada Shen Yunyou dan berkata dengan lembut. Lalu ia berbalik, berjalan menuju istana seperti kehilangan jiwanya, matanya kosong tanpa semangat. Hal itu membuat Shen Yunyou tak bisa tidak merasa khawatir. Putri kecil itu bahkan tidak didampingi seorang pun pelindung, seandainya terjadi sesuatu, bukankah nyawanya bisa melayang?
Dengan terpaksa, Shen Yunyou mengikuti di belakang Putri Liuyun, mengantarnya hingga dekat gerbang istana, memastikan dengan mata kepala sendiri bahwa sang putri masuk ke dalam gerbang kota, barulah ia benar-benar merasa lega dan berbalik menuju kediaman Perdana Menteri.
Dengan kaki yang sudah terasa kebas, Shen Yunyou pulang ke rumah, lalu pergi ke kediaman Meng Yuqing. Ia mengamati ruangan yang tampak sederhana itu, lalu menatap wanita di depannya yang tersenyum hangat, perlahan muncul perasaan aneh yang tak dapat dijelaskan dalam hatinya.
"Youer, ada apa?" Meng Yuqing mengulurkan tangan membelai kepala Shen Yunyou, menatapnya dengan penuh kasih sayang dan bertanya, "Apa kau sedang tidak enak badan?"
"Tidak, aku tidak apa-apa." Shen Yunyou menggeleng pelan, lalu menarik tangan Meng Yuqing. Tatapannya jatuh pada dua bekas luka yang mencolok di telapak tangan ibunya, membuat alisnya berkerut. "Ibu, dari mana asal bekas luka ini?"
Mendengar pertanyaan itu, tubuh Meng Yuqing langsung menegang. Ia cepat-cepat menarik kembali tangannya dan berulang kali menggeleng. "Itu semua sudah berlalu, tak perlu diungkit lagi."
Melihat reaksi itu, Shen Yunyou berpikir sejenak dan sudah bisa menebak sebagian besar jawabannya. Ia mencoba menanyakan, "Apakah itu perbuatan Ibu Muda kedua dan yang lainnya?"
"Itu semua sudah berlalu, jangan diungkit lagi." Meng Yuqing tiba-tiba tersenyum lembut, memeluk Shen Yunyou ke dalam dekapannya. Ia menepuk-nepuk punggung Shen Yunyou dengan perlahan, seakan-akan sudah melepaskan segala beban, lalu berkata pelan, "Melihatmu baik-baik saja, itulah kebahagiaan terbesar sepanjang hidup ibu. Hal lain tidak penting lagi."
Sikap Meng Yuqing yang tidak pernah berebut atau memperebutkan apapun membuat Shen Yunyou merasa perih di hati. Bayangkan saja, wanita ini menanggung segala kesulitan membesarkan putri yang dianggap bodoh, bukan hanya harus menahan cibiran orang lain, tapi juga harus menerima perlakuan buruk dari Ye Yunqian dan para wanita lainnya. Shen Yunyou sungguh ingin melindungi wanita ini, bukan karena alasan lain, melainkan karena Meng Yuqing adalah orang pertama yang menunjukkan kepedulian padanya setelah ia datang ke dunia ini, dan juga yang pertama membuatnya merasakan kembali kehangatan keluarga yang sudah lama hilang. Meski ia bukan lagi Shen Yunyou yang dulu, ia tetap merasakan tulusnya kebaikan Meng Yuqing yang tanpa pamrih.
"Ibu, aku akan membuatmu hidup bahagia. Percayalah padaku," kata Shen Yunyou perlahan, bangkit dari pelukan ibunya, menatap mata Meng Yuqing dengan sungguh-sungguh, "Segala yang seharusnya menjadi milikmu, akan kuambilkan kembali satu per satu untukmu."
Mendengar ucapan Shen Yunyou, Meng Yuqing hanya tersenyum penuh kebahagiaan. Ia mengira putrinya hanya sedang menghibur dirinya, maka ia mengangguk menerima niat baik yang sulit didapat dari putrinya. Melihat perubahan Shen Yunyou yang dulu sering linglung dan kini menjadi seperti sekarang, Meng Yuqing sudah merasa amat puas.
Shen Yunyou pun menemani ibunya makan malam, hingga langit benar-benar gelap sebelum ia kembali ke kamarnya sendiri. Tubuhnya terasa rileks ketika berbaring di atas ranjang, namun ia tidak juga bisa memejamkan mata meski sudah berguling ke sana kemari. Maka ketika pintu kamarnya ditendang keras oleh Ye Yunqian, ia sama sekali tidak terkejut sebagaimana yang diharapkan oleh perempuan itu.
Shen Yunyou duduk di atas ranjang, menatap Ye Yunqian yang datang dengan wajah penuh amarah, lalu tersenyum dingin dan bertanya, "Malam-malam begini, entah urusan apa yang membuat Ibu Muda kedua mencariku?"
"Katanya kau sudah..."
"Hebat sekali, Ibu Muda kedua sangat cepat mendapat kabar. Padahal kukira hal ini akan bisa kusembunyikan agak lama," potong Shen Yunyou, tak membiarkan Ye Yunqian melanjutkan kata-katanya. Ia memiringkan kepala, menatap Ye Yunqian dengan senyum licik, lalu berkata dengan santai, "Benar, aku memang sudah menemukan bukti Liu Song menggelapkan ribuan tael uang keluarga Shen. Tapi... kenapa Ibu Muda kedua sebegitu cemasnya?"
Shen Yunyou sengaja berkata penuh makna, menatap Ye Yunqian yang kini berdiri kaku dengan ekspresi tegang. Ia kembali bertanya, "Jangan-jangan, kau ada hubungan khusus dengan Liu Song?"
"Kau bicara apa! Mana mungkin aku ada hubungan dengannya! Dasar anak tak tahu diri, dari mana kau dengar omong kosong itu!" Ye Yunqian buru-buru memaki dengan nada panik, lalu memperingatkan, "Jangan coba-coba memfitnahku, kalau tidak aku tak akan diam saja!"
"Benarkah itu fitnah?" Shen Yunyou dengan santai merapikan rambut panjangnya, matanya melirik ke wajah Ye Yunqian, lalu berkata sesuatu yang membuat perempuan itu semakin ketakutan. "Kupikir, setelah Liu Song mati, yang paling bahagia pasti Ibu Muda kedua. Tapi tampaknya, aku salah."
"Dia... kematiannya tak ada hubungannya denganku! Jangan asal bicara!" Ye Yunqian masih nekat mempertahankan wajahnya, berusaha tetap tenang di hadapan Shen Yunyou, meski hatinya gelisah dan penuh ketakutan. Urusannya dengan Liu Song hanya diketahui oleh segelintir orang kepercayaannya. Tidak mungkin Shen Yunyou tahu, tapi mengapa ucapan Shen Yunyou terasa penuh sindiran?
"Ibu Muda kedua, kita ini satu keluarga. Perlu kah aku jelaskan semuanya secara gamblang?" Shen Yunyou menggeleng pelan seolah-olah menyesal, lalu perlahan turun dari tempat tidur, duduk di samping meja dan menuang segelas air untuk dirinya sendiri. Ia menatap Ye Yunqian yang kini pucat pasi, lalu menjilat bibirnya dan berkata sesuatu yang membuat jantung Ye Yunqian hampir berhenti berdetak. "Segala yang terjadi antara kau dan Liu Song, aku tahu semuanya."