Bab 24: Jangan Pernah Mendekatinya Lagi

Putri Rendahan, Permaisuri Utama Ye Lingxi 3510kata 2026-02-09 22:47:22

Setelah menyimpan dengan rapi kantong sutra yang diberikan oleh Qiu Shenghan, Shen Yunyou kembali ke kediaman Pangeran Rui. Setelah hari yang penuh kesibukan, saat ia berbaring di ranjang asing pada malam harinya, hatinya justru dipenuhi sedikit rasa girang yang tersembunyi.

Secara keseluruhan, Sikap Situ Rui terhadap Shen Yunyou kali ini terbilang cukup baik. Meski Shen Yunyou sadar betul bahwa semua yang dilakukan Situ Rui hanyalah demi menghadapi musuh yang bersembunyi dalam kegelapan. Namun, dilayani oleh belasan pelayan, dan dijaga puluhan prajurit di depan pintu saat tidur malam, membuat Shen Yunyou merasa sangat nyaman. Ia juga penasaran, dalam penjagaan seketat ini, apakah Bayangan Gelap masih berani menyelinap untuk membuat masalah.

Setelah tidur pulas, Shen Yunyou pun dengan gembira menjalani hari-harinya di kediaman Pangeran Rui sebagai "tikus lumbung". Setelah makan dan minum hingga kenyang, ia kembali bersantai di kursi goyang di halaman, memejamkan mata menikmati sinar mentari.

Tentu saja, tanpa sengaja ia tertangkap basah oleh Situ Rui yang kemudian mengejeknya dengan sinis. Setelah itu, Shen Yunyou pun tercerahkan, meski pencerahan itu hanya membuatnya memindahkan kursi goyang ke dekat jendela di dalam kamar, melanjutkan hari-hari santainya yang langka.

Kekhawatiran Shen Yunyou terbukti tidak sia-sia. Tak lama kemudian, Situ Liuyun berlari keluar dari istana, berdiri di hadapannya dengan wajah sumringah, seraya berkata penuh semangat, "Yunyou, malam ini aku boleh menginap di sini!"

Shen Yunyou hanya tersenyum kaku menanggapi kegembiraan Situ Liuyun, dalam hati mengagumi betapa bebasnya menjadi seorang putri. Menemani Situ Liuyun bermain-main, waktu pun berlalu tanpa terasa, malam segera tiba.

Situ Rui, Situ Nan, Situ Ningchen, Situ Ziyang, Situ Liuyun, dan Shen Yunyou, setelah sekian lama, akhirnya bisa berkumpul lagi untuk makan malam bersama.

Di ruang makan di sebuah rumah makan, Situ Ningchen dan Situ Ziyang tak henti-hentinya menatap Shen Yunyou. Ketika terakhir kali mereka bertemu di tempat ini, mereka tak pernah membayangkan keadaan akan berubah menjadi seperti sekarang. Mereka sama sekali tak menyangka bahwa Situ Rui akhirnya membiarkan Shen Yunyou pindah ke kediaman pangeran.

"Kakak Enam," ujar Situ Ningchen sambil meletakkan sumpit, menatap Situ Rui dan bertanya, "Apa kau yakin orang yang membantai ratusan anggota keluarga Liu itu adalah Bayangan Gelap? Dan Bayangan Gelap pasti akan datang mencari Shen Yunyou?"

"Tidak yakin. Tidak tahu alasan Bayangan Gelap membinasakan keluarga Liu, apalagi mencari alasan mengapa dia harus datang mencari si bodoh ini," jawab Situ Rui dingin seraya melirik Shen Yunyou.

Lalu kenapa kau sampai segitunya membawa Shen Yunyou ke kediaman pangeran? Tak takut membuat Chu Yu marah...? Namun, kalimat terakhir itu hanya ditelan kembali oleh Situ Ningchen. Ia tak punya nyali untuk bertanya. Ia hanya tersenyum tipis dan mengalihkan pembicaraan.

Setelah makan malam, mereka pun berpisah. Situ Nan, Situ Ningchen, dan Situ Ziyang kembali ke arah istana, sementara Situ Rui membawa Situ Liuyun dan Shen Yunyou pulang ke kediaman pangeran.

Setelah dengan tegas menolak permintaan Situ Liuyun untuk tidur sekamar dengan Shen Yunyou, Situ Rui tanpa memberi kesempatan untuk membantah langsung menariknya keluar dari kamar Shen Yunyou. Tinggal sendiri, Shen Yunyou pun diam-diam bersyukur atas tindakan Situ Rui itu.

Setelah membersihkan diri dan para pelayan pergi, Shen Yunyou bersiap naik ke tempat tidur. Namun, tepat saat ia meniup lilin hingga padam, ia merasakan sesuatu yang aneh.

Berbaring di atas ranjang dan berselimut, Shen Yunyou mendengarkan dengan saksama suara di dalam kamar, berusaha menyadari apakah ada orang lain di situ. Namun, ketika suara Bayangan Gelap terdengar di telinganya, ia pun menyadari betapa tak berdayanya ia di hadapan pria itu.

"Sepertinya kau hidup cukup enak di kediaman pangeran," Bayangan Gelap duduk tanpa permisi di tepi ranjang, lalu menarik Shen Yunyou bangkit.

"Kau gila? Di luar ada begitu banyak penjaga, bagaimana bisa kau masuk?" bisik Shen Yunyou pada Bayangan Gelap. "Kalau ketahuan Situ Rui, bagaimana?"

"Kau pikir penjaga-penjaga lemah itu bisa menghentikanku?" Bayangan Gelap tersenyum sinis, lalu menindih Shen Yunyou. "Atau jangan-jangan, tujuanmu ke sini memang agar mereka menangkapku, supaya kita tak perlu bertemu lagi?"

"Itu cuma salah paham, sungguh! Mana mungkin aku berpikir seperti itu?!" Shen Yunyou tertawa canggung, namun Bayangan Gelap justru menempelkan kecupan lembut di keningnya.

"Oh ya," Shen Yunyou mendorong tubuh Bayangan Gelap, tiba-tiba teringat sesuatu yang penting. "Kau yang membunuh keluarga Liu Yuheng?"

"Ya." Jawab Bayangan Gelap singkat, lalu berbaring menyamping, memainkan rambut panjang Shen Yunyou dengan jari-jarinya. "Kenapa?"

"Kenapa? Sekarang Situ Rui sedang menyelidiki kasus itu, dan dia sudah mulai mencurigaimu."

"Tidak ada alasan khusus, aku memang sudah lama ingin membunuh mereka." Suara Bayangan Gelap dalam, namun tangannya yang nakal sudah menyentuh dada Shen Yunyou.

Jari-jarinya dengan cekatan menembus pertahanan Shen Yunyou, masuk ke balik pakaiannya dan memainkan titik lembut di dadanya. Mendengar desahan lemah dari Shen Yunyou, Bayangan Gelap tersenyum puas, lalu menutup mulutnya dengan ciuman.

Lidahnya lembut menjilat sudut bibir Shen Yunyou, gerak-geriknya seperti seekor macan tutul yang menggoda mangsa sebelum memangsa, membuat hati Shen Yunyou gelisah tanpa sebab. Sebelah tangannya mendorong dada Bayangan Gelap, kepalanya berpaling, mencoba menghindari ciumannya. Namun, di saat itulah, tangan Bayangan Gelap meluncur ke bawah, mencapai perut bawahnya.

Rasa geli dan getaran halus menjalar di tubuhnya, Shen Yunyou berusaha membalikkan badan, namun bahunya tertahan. Bayangan Gelap berhenti sejenak, lalu bertanya dengan suara rendah, "Hm?"

Ancaman yang begitu jelas membuat Shen Yunyou tak berdaya, ia hanya bisa menurut, membiarkan Bayangan Gelap dengan bebas mencuri napasnya.

"Aku... boleh bertanya sesuatu padamu?" Dalam helaan napas, Shen Yunyou menahan tangan di dada Bayangan Gelap dan bertanya pelan.

"Tanyakan saja." Bayangan Gelap menenggelamkan wajahnya di sela leher Shen Yunyou, bibirnya nyaris menempel di kulitnya.

"Sebenarnya siapa kau?"

Pertanyaan itu membuat Bayangan Gelap terkekeh dingin, lalu mulai menggigit lembut leher halus Shen Yunyou. "Pertanyaan seperti itu, bukan tipe pertanyaan orang secerdas dirimu."

"Baiklah." Shen Yunyou mengangguk, lalu mengganti pertanyaan. "Kau kenal Qiu Shenghan?"

Tubuh Bayangan Gelap menegang, ia perlahan menjauh dari Shen Yunyou, memberi jarak di antara mereka. Setelah diam beberapa saat, ia bertanya lirih, "Dia sudah menemuimu?"

Shen Yunyou tidak menjawab, dan Bayangan Gelap pun kehilangan niat untuk menggodanya. Ia bangkit, turun dari ranjang. Saat Shen Yunyou mengira ia masih berdiri di situ dan bertanya, "Apa yang ingin kau katakan?" Bayangan Gelap tak kunjung menjawab.

Menghela napas panjang, Shen Yunyou mengacak-acak rambutnya dengan kesal setelah memastikan Bayangan Gelap telah pergi. Menarik selimut, ia tiba-tiba teringat kecupan lembut Bayangan Gelap tadi. Ia menyentuh keningnya, tersenyum pahit, lalu memejamkan mata dan tertidur lelap.

Di tengah malam yang gelap, Bayangan Gelap duduk di atap, menatap kediaman Pangeran Rui di bawah bayang rembulan. Ia melepas topeng di wajahnya, bibirnya tersenyum dingin. Dalam sekejap, sosoknya menghilang di dalam kegelapan. Para penjaga yang berpatroli di bawah pun ambruk tak sadarkan diri.

"Eh, tamu langka." Qiu Shenghan menyalakan lilin di kamarnya setelah mendengar suara samar, lalu kembali berbaring. Ia menoleh, memicingkan mata memandang Bayangan Gelap dan tersenyum, "Ada keperluan apa malam-malam begini?"

"Kau menemui Shen Yunyou?" Bayangan Gelap duduk di kursi dengan tangan bersilang di dada, memandang Qiu Shenghan dengan tatapan dingin.

"Oh, Shen Yunyou ya..." Qiu Shenghan menatap Bayangan Gelap dengan makna tersembunyi. Setelah berpikir sejenak, ia tiba-tiba duduk tegak, menatap Bayangan Gelap dan menjawab jujur, "Ya, aku sudah menemuinya. Kesan pertamaku cukup baik. Kalau kau sudah tak membutuhkannya lagi, bilang saja padaku. Aku akan membawanya ke tempat yang tak bisa kau temui."

Bayangan Gelap mendengarkan dengan tenang, namun kedua tangannya mengepal erat tanpa ia sadari. "Kesanmu cukup baik padanya?"

"Benar." Qiu Shenghan duduk bersila di ranjang, tersenyum lebar memerhatikan setiap gerak-gerik Bayangan Gelap. Melihat ekspresi dingin Bayangan Gelap, Qiu Shenghan tiba-tiba terkekeh, lalu kembali berbaring, memalingkan wajah. "Aku pernah bilang, kau takkan tega membunuhnya. Tapi setelah mengetahui kebenaran, mungkin dia juga tidak akan tetap di sisimu. Kita sudah saling mengenal bertahun-tahun, tak perlu menyembunyikan apa pun lagi. Alasanmu mencari dia, bukankah karena dia sangat mirip Shen Yunyang?"

"Yunyang?" Bayangan Gelap baru teringat pada wanita yang sudah lama tak ia temui setelah mendengar nama itu dari Qiu Shenghan. Tubuhnya membeku, udara di sekitarnya terasa dingin, ia berjalan ke tepi ranjang dan menunduk menatap Qiu Shenghan. "Pokoknya, jangan pernah mendekatinya lagi."

"Aku tidak bisa janji. Salah siapa, gadis itu begitu piawai bermain kecapi." Qiu Shenghan menggeleng cepat, menolak tanpa ragu. Mengantar kepergian Bayangan Gelap dari kamarnya, Qiu Shenghan menjilat bibirnya dengan penuh minat.

Sudah bertahun-tahun mereka saling mengenal, ini pertama kalinya ia melihat Bayangan Gelap datang mencarinya hanya karena seorang wanita. Sepertinya Shen Yunyou ini jauh lebih menarik dari yang ia kira. Tapi jika Shen Yunyang dibawa kembali, akankah segalanya jadi lebih menarik?

Melihat reaksi Bayangan Gelap barusan, tampaknya ia sudah lama melupakan Yunyang. Dengan kata lain, alasan Bayangan Gelap mempertahankan Shen Yunyou di sisinya pasti ada maksud lain. Selama bertahun-tahun, Qiu Shenghan melihat Bayangan Gelap punya kekuatan untuk menyingkirkan musuh, tapi tak pernah benar-benar bertindak, hanya mempermainkan mereka berulang kali. Kali ini ia menculik dan memanfaatkan Shen Yunyou, apakah benar-benar untuk menghancurkan kepercayaan diri Situ Rui, atau demi keinginannya sendiri?

Membayangkan apa yang akan terjadi, Qiu Shenghan jadi begitu bersemangat hingga susah tidur. Ia benar-benar penasaran, seperti apa rupa Bayangan Gelap yang dingin dan tak berperasaan itu ketika panik. Maka kali ini, ia harus menambah bara dan melakukan sedikit tipu daya. Toh Bayangan Gelap ingin membunuhnya bukan baru sehari dua hari, Qiu Shenghan tak peduli jika niat itu semakin jelas.

Dengan satu gerakan tangan, ia memadamkan lilin, dan setelah memutuskan ke mana ia akan melangkah berikutnya, Qiu Shenghan tersenyum lalu memejamkan mata, tidur dengan nyaman...