Bab Dua Puluh Empat: Ternyata Bukan Kebetulan
Bab 24: Ternyata Bukan Kebetulan
Ujian apa? Kalau aku menyemburimu dengan air soda asin sampai mati, itu termasuk ujian juga, bukan? Orang lain masih belum bereaksi, tetapi Zhang Daoren yang juga seorang yang telah menembus langit hampir saja muntah darah! Jika menembus langit semudah ini, menurutmu kenapa jumlah mereka yang berhasil menembus langit sangat sedikit? Tahukah kau berapa banyak orang yang telah gugur di sepanjang jalan itu?
"Kau benar-benar tidak merasakan apa pun? Angin tajam lintas dunia di jalan kenaikan, napas dewa, kolam pemurnian tubuh, dan ujian hati? Dua yang terakhir itu urusan pribadimu, bahkan Fuhua pun tak bisa membantumu di situ! Benar-benar tak ada yang kau rasakan?!" Xianjun Xiaoyao bahkan tak bisa lagi mempertahankan gayanya yang santai dan setengah mengantuk—ia langsung melompat, jarinya hampir menunjuk ke hidung Ziyue.
Tentu saja ia tak jadi menunjuk, karena tangannya langsung ditepis oleh Dewi Fuhua.
Namun kali ini Dewi Fuhua pun tak sempat berdebat dengannya. Ia segera menoleh menatap Ziyue, "Apa yang dikatakan Xiaoyao itu, kau sungguh tak merasakan apa-apa?"
Kalau dibilang tidak merasakan apa pun, sebenarnya tidak juga.
Walau Ziyue belum sempat memahami semuanya, sekilas saja dari namanya sudah bisa ditebak maknanya. Angin tajam lintas dunia pasti angin tajam yang hampir menguliti tubuhnya seperti ribuan pisau waktu itu. Sedangkan napas dewa adalah aura aneh yang tak bisa ditahan oleh kekuatan spiritual mana pun, yang hampir melarutkan tubuhnya. Tapi setelah ia sadar, tak ada bekas luka atau gejala aneh, semuanya utuh, jadi Ziyue pun tak terlalu memikirkannya lagi. Namun, rasa takut yang mencekam seiring dengan kematian yang semakin dekat waktu itu, tak mudah dilupakan.
Untuk pemurnian tubuh, Ziyue masih punya sedikit ingatan. Ia ingat saat terjatuh ia tercebur ke air, lalu saat sadar ia berada di dasar kolam kosong yang hanya diselimuti kabut putih tipis. Tapi yang disebut ujian hati, Ziyue benar-benar tak ingat apa-apa.
"Angin tajam lintas dunia dan napas dewa aku masih ingat. Sebelum aku terluka parah, aku sudah keluar dari terowongan itu. Saat pemurnian tubuh aku pingsan, tapi soal ujian hati, aku sungguh tak mengingat apa pun," jawab Ziyue pelan, jujur, dan dengan suara yang agak takut.
Tak ingat.
Sikap jujur dan polos semacam ini justru paling membuat orang ingin muntah darah!
"Aku ingin menambahkan, saat aku tiba, ujian hati Jingyi sudah selesai. Detailnya aku pun tak tahu. Tapi air di dalam kolam pemurnian waktu itu benar-benar kering, setetes pun tak tersisa," tiba-tiba Dewi Ziyan angkat bicara.
Setelah itu, ruangan sunyi itu seolah menjadi hampa. Suara napas tertahan mereka bagaikan naga putih yang berkelok-kelok di udara.
"Jadi ternyata kita tiba-tiba mendapatkan seorang jenius besar!" Yang Jian menghela napas.
Kenapa dia masih belum mengerti juga?
Ziyue sedikit panik dan melirik Dewi Fuhua minta tolong.
Dewi Fuhua langsung mengibaskan tangan, "Aku tidak mau menjelaskan. Menjelaskan ini sama saja menusuk hatiku sendiri. Kalau kau ingin tahu, cari sendiri di catatan!"
Dewi Ziyan segera menyerahkan batu giok berisi catatan, lalu menyuruh Ziyue mencari sudut sendiri untuk mempelajarinya.
Kekuatan bakat seseorang sangat berkaitan dengan seberapa banyak energi awal yang ia serap di kolam pemurnian. Dan sepanjang sejarah dunia dewa, hanya Ziyue seorang yang mampu mengeringkan kolam pemurnian raksasa itu!
Sedangkan ujian hati adalah bencana iblis hati yang disebut-sebut di dunia fana. Hanya mereka yang bisa melewati bencana iblis hati yang bisa mengalami lompatan kualitas jiwa. Namun betapa sulitnya bencana iblis hati, betapa banyak jenius yang tumbang, bahkan tiga bersaudara Zhang pun tak berani meremehkannya.
Tapi bagi Ziyue, semua itu cuma seperti tidur nyenyak saja!
Bakat Ziyue, ternyata benar-benar menakutkan!
"Jingyi menembus langit saat usianya baru dua puluh tahun, dua puluh tahun!" Dewi Ziyan menghela napas panjang.
"Untuk bertahan dari angin tajam lintas dunia, kau harus punya kekuatan spiritual setara tahap tribulasi di dunia fana. Untuk bertahan dari napas dewa, kau butuh tubuh sekokoh tahap tribulasi juga. Dua hal ini jika digabungkan, berarti sudah setara dengan kekuatan tahap tribulasi! Itu sudah berada di ambang gerbang dunia dewa! Walau dunia roh lebih dekat ke dunia dewa, paling-paling hanya sedikit lebih ringan, tapi tetap tidak mudah. Dua puluh tahun sudah sampai ke tingkat itu, Fuhua, di mana kau menemukan keanehan macam ini?" Yang Jian mengeluh.
"Kau ingat waktu aku kalah taruhan dan harus patroli ke dunia fana? Saat itu dunia roh sedang mengadakan persembahan untuk gerbang dewa. Karena bosan, aku ikut melihat-lihat. Aku tertarik karena ada catatan tangan Ziyue, makanya aku pergi melihat," jelas Dewi Fuhua, yang baru kali ini Ziyue tahu alasan kunjungan Dewi itu ke rumahnya.
"Lalu, bagaimana alat penunjuk lokasimu bisa jatuh ke tangan Jingyi?" Saat Dewi Ziyan menyebut alat penunjuk itu, tatapannya penuh murka.
"Waktu itu keluarganya sedang makan, aku ikut makan juga. Tadinya mau memberinya hadiah kecil, tapi rupanya aku salah ambil," jawab Dewi Fuhua, meski wajahnya terkenal tebal, kali ini tetap saja merasa malu.
"Untung saja kau salah ambil. Tahukah kau ke mana alat penunjuk itu akan membawamu?" Dewi Ziyan menyeringai dingin.
"Ke mana?" Karena proses kenaikan Ziyue terlalu aneh, tentu mereka tak mungkin hanya menganggap semua ini kebetulan. Hal semacam ini pasti akan diselidiki.
Ziyue sendiri tak bermasalah, kekuatannya terlalu lemah untuk membantu, tapi Dewi Ziyan tak bisa menghindari tanggung jawab ini! Selain Ziyue, hanya dialah yang pernah melihat giok hias itu, jadi ia tak bisa mengelak.
"Samudra Kematian Langit Keempat!" Dewi Ziyan menyebutkan nama tempat itu dengan penuh kemarahan.
Kali ini, bukan hanya Dewi Ziyan yang matanya menyorotkan amarah. Semua orang yang ada di sana pun menunjukkan tatapan serupa.
Samudra Kematian Langit Keempat—bahkan bagi mereka, tempat itu adalah tabu! Itu adalah salah satu rahasia terbesar dan paling berbahaya di dunia dewa! Para dewa di bawah tingkat kaisar, jika masuk ke sana, hampir pasti takkan pernah kembali! Singkatnya, penjara dunia dewa berada di sekitar Samudra Kematian! Begitu masuk ke sana, semua teknik dan kekuatan dewa akan disegel, tubuh dewa ditekan sampai lemah tak berdaya, bahkan lebih lemah dari bayi! Hanya mereka yang benar-benar mengandalkan kekuatan fisik murni yang mungkin bisa bertahan, sedangkan dewi pengobatan seperti Fuhua, tak ada harapan sama sekali!
"Formasi itu sudah kuteliti. Secara teknis, selain kecepatannya sangat tinggi dan tak punya daya serang, programnya memang dirancang untuk membawa seseorang ke rahasia paling berbahaya yang bisa dicapai sesuai tingkatannya! Karena formasi itu sendiri tidak berbahaya, ia luput dari deteksi bahaya Fuhua. Yang membunuh adalah rahasianya, bukan formasinya. Jadi formasi itu juga berhasil lolos dari hukuman balasan karena mencelakai dewi pengobatan, sungguh licik!" Dewi Ziyan menjelaskan dengan detail.
"Lalu bagaimana Jingyi bisa sampai ke kolam pemurnian?" tanya Dewi Fuhua.
"Itu celahnya waktu itu. Jika kau sendiri yang memakai alat penunjuk, pasti langsung ke Samudra Kematian. Tapi waktu itu Jingyi masih manusia fana, bukan dewa. Di seluruh dunia dewa, mana ada rahasia yang cocok untuk manusia fana? Bicara soal bahaya pun percuma, satu-satunya tempat di dunia dewa yang bisa dituju Jingyi hanya kolam pemurnian. Fuhua, dia sudah menggantikanmu menerima bencana itu!"