Bab Lima Puluh Delapan: Penjaga Kuil Seratus Tahun yang Lalu

Penjaga Desa Pilihan Takdir Nama rendah mudah dirawat 2586kata 2026-02-07 18:47:09

Dengan munculnya suara kedua itu, aku merasakan pinggangku benar-benar tidak bisa lagi membungkuk. Tak ada jalan lain, aku pun menoleh ke arah Liu Yunsheng.

“Aku tidak bisa membungkuk,” kataku.

Alis Liu Yunsheng sedikit berkerut, seolah menyadari ada yang tidak beres denganku. Ia mengulurkan tangan untuk membantuku, namun baru menyentuhku ia segera menariknya kembali. Di matanya kulihat ada sesuatu yang aneh.

“Kalau memang tak bisa, ya sudah,” ujarnya dingin, lalu berjalan menjauh. Mendengar perkataannya, aku pun berhenti memaksa diri. Setelah aku melepaskan niat untuk membungkuk, aku merasakan hambatan itu pun lenyap, dan suara yang familiar itu tak terdengar lagi.

Bersamaan dengan itu, bayangan yang akrab kembali melintas di benakku. Aku hanya menghela napas pelan, tak lagi memikirkan hal itu, lalu mengarahkan pandangan ke jenazah di dalam Peti Penjaga Roh. Aku mengulurkan tangan, mengambil sepotong tulang dari jari jenazah itu.

Tujuanku datang ke sini pun bisa dikatakan telah tercapai.

Namun saat aku hendak menyimpan potongan tulang itu, tiba-tiba tulang itu seakan hidup dan langsung melukai telapak tanganku. Refleks pertama, aku ingin melemparnya, tapi tulang itu bergerak lebih cepat dari reaksiku; dalam sekejap, ia menembus telapak tangan dan masuk ke dalam dagingku. Aku pun merasakan sakit yang menusuk di ibu jari, seolah ada sesuatu yang memisahkan tulang dari tanganku.

“Apa yang terjadi?” Aku segera menoleh ke arah Liu Yunsheng.

Rasa sakit yang hebat membuat seluruh tub