Penjaga Desa Pilihan Takdir
Nama rendah mudah dirawat
kata
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Katalog
Detail Buku
Pengaturan
Kembali ke Atas
Katalog Penjaga Desa Pilihan Takdir
concluído·Total 100 bab
Penanda Buku
Urutan Terbalik
Bab Satu: Tiga Wasiat Terakhir
Bab Dua: Dua Orang Bodoh
Bab Tiga: Suara Napas Tertahan
Bab Empat: Uang Kertas Dijadikan Harta
Bab Lima: Kau Sedang Membohongiku
Bab Enam: Siapa yang Sebenarnya Bodoh
Bab Tujuh: Si Perokok Tua
Bab Delapan: Kehadiran di Hadapan Penjaga Kota
Bab Sembilan: Pengumuman Penjaga Kota
Bab Sepuluh: Mengurus Jenazah
Bab Sebelas: Balai Leluhur
Bab Dua Belas: Tak Ingin Menikah Pun Harus Menikah
Bab Tiga Belas: Tidak Akan Menikah
Bab Empat Belas: Peti Mati Merah Menyala
Bab Lima Belas: Hidup Lagi?
Bab Enam Belas: Pengujian Penguasa Kota?
Bab Tujuh Belas: Turun Dari Kuda!
Bab delapan belas: Takdir yang Ditentukan Langit
Bab Sembilan Belas: Janji Tiga Tahun
Bab Dua Puluh: Orang dari Beberapa Tahun Lalu
Bab Dua Puluh Satu: Meminjam Jiwa untuk Menambal Jiwa
Bab Dua Puluh Dua Langkah Pertama Telah Selesai
Bab Dua Puluh Tiga: Desa Pengunci Jiwa
Bab Dua Puluh Empat: Peti Mati Hitam Putih
Bab Dua Puluh Lima: Si Pemabuk Tua
Bab Dua Puluh Enam: Paman Hantu
Bab Dua Puluh Tujuh: Kematian Si Tua Buta
Bab Dua Puluh Delapan: Pengorbanan
Bab tiga puluh: Memohon Turunnya Dewa
Bab 31: Keluarga Liu Turun Tangan
Bab Empat Puluh Dua: Pedang Abadi Bumi
Bab Tiga Puluh Tiga: Wadah Kehidupan
Bab Tiga Puluh Empat: Menenangkan Jiwa, Memenggal Raga, dan Melindungi Diri
Bab tiga puluh lima: Gunung Hantu
Bab Tiga Puluh Enam Penjaga Kuil
Bab Tiga Puluh Delapan: Peti Mati Hitam
Bab Tiga Puluh Sembilan: Dia Melarikan Diri, Kini Giliranmu
Bab Empat Puluh: Bukan Benar-benar Pemabuk Tua
Bab Empat Puluh Satu: Tiga Batang Dupa
Bab Empat Puluh Dua: Delapan Belas Penjaga Desa
Bab Empat Puluh Lima: Aula Dewa Penjaga Kota
Bab Empat Puluh Enam: Runtuhnya Penjaga Kota
Bab Empat Puluh Tujuh: Rangka Kota Tua
Bab Lima Puluh: Tuan Huang
Bab 51: Antara Nyata dan Palsu
Bab Lima Puluh Dua: Tuan Hantu
Bab Lima Puluh Tiga: Penjaga Kota Bukan Dewa?
Bab Lima Puluh Empat: Lengkap Sudah
Bab Lima Puluh Lima: Desa Perempuan dan Anjing Liar
Bab Lima Puluh Enam: Seberang Sungai Suci Kematian
Bab Lima Puluh Tujuh: Tak Boleh Disembah
Bab Lima Puluh Delapan: Penjaga Kuil Seratus Tahun yang Lalu
Bab Lima Puluh Sembilan: Kembali ke Gunung Hantu
Babak Enam Puluh: Berkomunikasi dengan Dewa
Bab 61: Jimat Memanggil Dewa
Bab Enam Puluh Dua: Desa Gerbang Langit
Bab Enam Puluh Tiga: Bangkit dari Kematian
Bab Empat Puluh Empat: Kebetulan?
Bab 65: Dalang di Balik Layar
Bab Enam Puluh Enam: Makam Penjaga Desa
Bab 68: Pendeta Tao Li Bowan
Bab 69 Peta Pencari Naga
Bab Tujuh Puluh: Memasuki Makam
Bab Tujuh Puluh Satu: Mayat Terbang
Bab Tujuh Puluh Dua: Sepuluh Ruang Makam
Bab Tujuh Puluh Tiga: Kau Harus Berusaha Lebih Keras
Bab Tujuh Puluh Empat: Penobatan Dewa
Bab Empat Puluh Lima: Tempat Pemeliharaan Mayat
Bab 76: Membongkar Formasi
Bab Tujuh Puluh Tujuh: Bayangan di Samping Peti Mati
Bab Tujuh Puluh Delapan: Makam Kesepuluh
Bab Dua Puluh Sembilan: Patung Wanita
Bab Delapan Puluh: Peti Mati Yin Yang Ibu dan Anak
Bab Delapan Puluh Satu: Lokasi Peti Mati Penjinak Roh
Bab Delapan Puluh Dua: Jiwa yang Terhubung
Bab delapan puluh tiga: Penguasa Gedung Hantu
Bab Delapan Puluh Empat: Desa Pemakaman Naga
Bab Delapan Puluh Lima: Pergi Tanpa Harapan untuk Kembali
×
Pengaturan Membaca
Tema Membaca
白天
夜间
粉红
淡绿
淡黄
Jenis Huruf Teks
宋体
微软雅黑
黑体
楷体
Ukuran Huruf
A-
16
A+
Lebar Halaman
Sempit
Sedang
Lebar
翻页模式
点击
滚动
×